Di Jawa Timur, ventilator membantu pasien berjuang melawan COVID-19

Ventilator membantu para tenaga kesehatan merawat pasien COVID-19 yang jumlahnya terus bertambah di RSUD Iskak Tulungagung

UNICEF Indonesia
A picture of ventilator
UNICEF/2020/Fauzan Ijazah
27 Januari 2021

Sejak pandemi dimulai, jumlah pasien kasus COVID-19 yang menjalani perawatan di ruang isolasi dan perawatan intensif (ICU) RSUD Iskak Tulungagung, Jawa Timur, terus bertambah. Sejak dulu, rumah sakit ini senantiasa sibuk, namun kini tempat tidur dan tenaga kesehatan ditingkatkan seiring dengan angka pasien COVID-19 yang menanjak.

A nurse preparing ventilator in ICU
UNICEF/2020/Fauzan Ijazah
Edi Purwanto, seorang perawat di RSUD Iskak Tulungagung, mempersiapkan ventilator di ICU, Jawa Tengah, Indonesia.

Edi Purwanto, perawat, telah bekerja di RSUD Iskak Tulungagung selama sembilan tahun, tetapi ia baru-baru saja mulai menangani pasien COVID-19. Edi saat ini bertanggung jawab atas setiap pasien COVID-19 di ICU. Istrinya pun bekerja sebagai perawat di rumah sakit yang sama. Ia mengaku, mereka berdua awalnya khawatir membawa pulang virus ke rumah dan menularkan anggota keluarga yang lain. Keduanya juga harus menghadapi stigma di masyarakat. Beberapa tetangga bahkan menjauhi dan menggunjingkan mereka. Di tengah semua tantangan ini, Edi dan istrinya tetap berkomitmen terhadap pekerjaan.

“Kami hanya melaksanakan pekerjaan,” katanya. “Kami diberikan tugas, jadi kami pun berusaha memenuhinya.”

A nurse brings in the ventilator
UNICEF/2020/Fauzan Ijazah
Perawat Edi Purwanto membawa ventilator ke dalam Poli Spesialis Paru di RSUD Iskak Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.

Saat bertugas jaga selama tiga jam di ICU, Edi dan perawat lain mengamati kondisi pasien dari dekat. Jika pasien mengalami penurunan level oksigen, tim perawat segera mengenakan alat pelindung diri, atau APD, dan bergegas memberikan penanganan darurat. Keharusan untuk berulang kali mengenakan dan melepas APD, menurut Edi, tidak mudah.

A nurse stands with the ventilator
UNICEF/2020/Fauzan Ijazah
Perawat Edi Purwanto berdiri di samping ventilator di dalam Poli Spesialis Paru, RSUD Iskak Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.

Setelah datang bantuan ventilator tambahan dari Asian Development Bank dan UNICEF, Edi bercerita ia bisa merawat pasien dengan lebih efektif. Selain itu, pemberian ventilator disertai dengan pelatihan dari produsen alat. Menurut Edi, hal ini membuatnya mampu mengoperasikan alat segera setelah diterima oleh rumah sakit.

“Ventilatornya berguna sekali,” kata Edi. “Masalah utama pasien COVID-19 ada di pernapasan. Jadi, mereka semua membutuhkan ventilator.”

Edi ingat, salah seorang pasiennya adalah perempuan berusia 38 tahun yang dinyatakan positif COVID-19 dan tanpa riwayat masalah pernapasan. Namun, tak lama setelah ditempatkan di ICU, level saturasi oksigennya turun drastis hingga ia kesulitan bernapas. Ventilator pun segera dipasangkan untuk meningkatkan level saturasi oksigen dan baru dapat dilepas setelah tindakan ini berjalan beberapa hari. Setelahnya, pasien dipindahkan ke ruangan isolasi non-intensif dan menjalani perawatan hingga tesnya menunjukkan hasil negatif.

“Dengan ventilator, para pasien bisa mendapatkan 100% oksigen yang mereka butuhkan,” ujar Edi.

A picture of Edi Purwanto
UNICEF/2020/Fauzan Ijazah
Edi Purwanto, perawat di RSUD Iskak Tulungagung, Jawa Timur, Indonesia.

UNICEF Indonesia mengucapkan terima kasih atas dukungan Asia Development Bank.