Boneka dan Teman Sebaya Menjadi Guru Untuk Mencuci Tangan
Oleh Arie Rukmantara dan Suzanna Dayne “Mencuci tangan kalian dengan sabun dapat mencegah penyakit dan mencegah kita menularkan penyakit ke orang lain,” Dwi Winarsih, 12, bercerita kepada teman-temannya. “Kalau kamu tidak mencuci tangan, kamu bisa jatuh sakit karena cacing, diare, bahkan flu burung!”
Diare, misalnya, dapat dicegah dan diobati namun banyak keluarga di negara-negara berkembang terus membayar sangat mahal untuk kehilangan anggota keluarga, kehilangan hari-hari bersekolah, menjadi rentan terhadap infeksi penyakit, pertumbuhan yang tidak maksimal, kekurangan gizi dan kemiskinan. Sehat dengan harga terjangkau Saat digabungkan dengan kegiatan pendidikan, mencuci tangan dengan sabun adalah tindakan pencegahan dalam sektor kesehatan yang murah karena dapat mengurangi resiko, tidak hanya diare tetapi juga penyakit-penyakit lainnya termasuk kolera dan disentri. “Sejak kita memiliki toilet dan tempat cuci tangan, jumlah murid-murid yang sakit menurun,” kata Kepala Sekolah SD Beteng Siti Nurnafiah. “Sungguh penting bagi anak-anak untuk datang ke sekolah setiap hari, semoga kebaikan ini terus berlanjut.” UNICEF Indonesia dan pemerintah daerah Kabupaten Klaten memastikan bahwa air bersihpun juga tersedia di desa-desa sehingga anak-anak seperti Dwi dapat terus menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dan mencuci tangan mereka ketika di rumah. Anak-anak tetap mencuci tangan di rumah “Kami bekerja sama dengan masyarakat untuk membangun system tadah hujan,” kata Project Officer UNICEF Claire Quilet. “Tidak cukup hanya dengan menyediakan prasarana sanitasi di sekolah-sekolah. Anak-anak membutuhkan prasarana di rumah.”
Video Kegiatan Utama UNICEF Baca tentang kegiatan program UNICEF lainnya di Indonesia:
Juga baca bagian khusus tentang: |