Kisah Nyata

Esai foto

Kisah nyata dari penjuru Indonesia

 

UNICEF mendukung PIN di wilayah pedalaman Indonesia

© IDSA/2007/Purnomo
Pejabat kesehatan UNICEF, Dr. Wibowo (kiri) dan rekan dari dinas kesehatan berjalan menuju sebuah kapal untuk mengantar vaksin campak di tempat terpencil di Kalimantan Selatan.

Desa Haratai, Kalimantan, 24 Agustus 2007 - Sesaat setelah matahari terbit, Ibu Riniyati tengah mempersiapkan Tresia, putrinya yang baru berumur 11 bulan. Saat menimang, Ibu Riniyati membisikan kepada anaknya bahwa hari ini adalah hari yang spesial karena putrinya akan diajak ke rumah panjang desa untuk diimunisasi.

"Saya dengar jika tidak diimunisasi, anak saya bisa sakit akibat polio atau campak, bahkan katanya anak saya bisa meninggal akibat penyakit-penyakit itu," ujar Riniyati. Sebuah pernyataan yang benar; campak merenggut 300.000 nyawa anak setiap tahunnya di Indonesia. Juga baru-baru ini polio telah membuat lebih dari 300 anak Indonesia cacat seumur hidup.

Tresia adalah satu dari 14 juta anak di Indonesia yang menerima imunisasi tahun ini. Sebagian hidup di kota kota besar diseluruh penjuru negeri yang besar ini. Namun, juga banyak anak anak seperti Tresia yang hidup jauh di  bagian pedalaman dimana pendistribusian obat obatan, termasuk vaksin, tidaklah mudah.

© IDSA/2007/Purnomo
Seorang anak tengah disuntik vaksin campak di desa Haratai.

Perjalanan vaksin

Sekita sejam dari desa tersebut, Dr. Wibowo dari UNICEF tengah menempuh hutan di wilayah pegunungan sekitarnya dengan sepeda motor dan membawa vaksin campak, polio serta vitamin A tambahan.

Vaksin-vasin tersebut telah menempuh perjalanan yang jauh sejak meninggalkan pabriknya di Jawa Barat dan terbang hingga ibu kota propinsi, diteruskan dengan perjalan darat dengan mobil, kapal sungai, sepeda motor hingga jalan kaki untuk mencapai pos kesehatan dipedalaman ini.

Penduduk desa ini dulu pernah tinggal di rumah panjang, namun kini mereka umumnya memilih untuk tinggal di rumah masing masing. Rumah panjang tersebut kini lebih sering digunakan untuk kepentingan bersama, seperti pada saat pekan imunisasi ini, dimana banyak dari orang tua berserta anak anak yang ada disana telah berjalan beberapa kilometer menempuh hutan agar putra putri mereka dapat diiumunisasi.

Untuk semua anak

Kampanye imunisasi ini juga dilaksanakan di sekolah dasar desa Haratai, dimana anak anak diantara umur 6 hingga 12 juga menerima imunisasi yang sama. Banyak bagi mereka ini adalah dosis vaksin campak kedua yang mereka terima; sebuah pengamanan lebih terhadap kesehatan mereka.

Setelah imunisasi di rumah panjang, Dr. Wibowo dan para pekerja kesehatan langsung keliling desa, mengunjungi setiap rumah dan tempat tinggal untuk memeriksa apakah anak anak mereka telah menerima vaksin - dan mencari tahu kenapa jika tidak. Seringkali, para orang tua hanya butuh penjelasan dari petugas kesehatan agar mengijinkan agar anak anak mereka diimunisasi. Hanya dengan cara inilah maka setiap anak dapat memperoleh hak mereka untuk dilindungi dari penyakit yang dapat mudah dihindari.

Setelah dari sini, vaksin akan kembali menempuh perjalan melalui pesisir sungai dimana masih banyak anak anak yang membutuhkannya.

Upaya ini adalah fase kelima dalam kampanye yang bertujuan untuk meliput seluruh Indonesia. Kampanye ini adalah bagian dari upaya global oleh UNICEF, Palang Merah Amerika, Badan Kesehatan Dunia (WHO), Pusat pengendalian Penyakit Menular Amerika Serikat (USCDC) dan Yayasan PBB untuk menurunkan kematian yang disebabkan campak diseluruh dunia hingga 90 persen tiba 2010.

 

 

 

 

Video

10 August 2007:

UNICEF correspondent Suzanna Dayne reports on the immunization drive reaching remote communities in Indonesia.

 high / low

Broadcast-quality video on demand from The Newsmarket


unite for children