Kisah Nyata

Kisah nyata dari penjuru Indonesia

 

UNICEF meningkatkan respon bantuan untuk korban banjir

Lebih dari 250.000 orang terkena dampak banjir yang disebabkan oleh hujan lebat selama berhari-hari di Jakarta. Meskipun sebagian orang telah mendapatkan tempat perlindungan melalui teman dan kerabat, banyak yang harus tinggal di tempat penampungan sementara. Sebagai akibat dari keadaan darurat ini, anak-anak menjadi rentan terhadap penyakit dan banyak yang tidak dapat bersekolah.

Kampung Melayu, Bukit Duri, adalah salah satu daerah yang terkena dampak banjir terburuk di Jakarta. Rumah-rumah yang terletak di sekitar Sungai Ciliwung tergenang air hingga 3,5 meter. "Hujan terus turun, dan permukaan air secara bertahap meningkat hingga keluarga kami harus mengungsi. Rumah kami hanya satu lantai, jadi harus kami tinggalkan", ucap Rachmawati, salah seorang ketua RT di RW 09 Kampung Melayu. "Ketika banjir makin parah, semakin banyak orangdiungsikan ke kantor kelurahan yang sekarang menjadi tempat penampungan sementara" tambahnya. Meskipun air telah surut, banjir telah merusak sebagian besar rumah-rumah di daerah tersebut.


Sehabis banjir, banyak sampah dan sisa barang yang terbawa air berserakan di jalanan sekitar Bukit Duri. ©UNICEF Indonesia / 2013 / Estey.

Situasi ini ditanggapi dengan segera oleh UNICEF. "UNICEF meningkatkan respon bantuan untuk ratusan ribu warga Jakarta yangmenjadi korban banjir" kata Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Angela Kearney. "Banyak dari mereka adalah anak-anak, yang sangat rentan terhadap penyakit. Mereka membutuhkan air bersih, obat-obatan, makanan dan tempat tinggal - dan mereka perlu kembali ke sekolah" tambahnya.

Untuk mengetahui situasi tersebut secara langsung, UNICEF dan mitra-mitranya mengunjungi daerah Kampung Melayu, Bukit Duri. Pada hari-hari pertama banjir, seluruh daerah terendam banjir. Kini para warga telah kembali dari pengungsian, meskipun masih banyak genangan air di sekeliling daerah ini.

Lumpur, air kotor dan tumpukan sampah memenuhi lantaikoridor SD dan SMP Perguruan Rakyat yang terletak hanya beberapa ratus meter dari sungai Ciliwung. Sekolah ini adalah salah satu sekolah yang terkena dampak banjir, dan merupakan tempat belajar bagi hampir 500 siswa. Hujan yang turun selama berhari-hari menyebabkan air sungai meluap dan sekolah tersebut dan lingkungan sekitarnya terendam dengan air dan lumpur hingga ketinggian tiga meter.

Saat UNICEF mengunjungi sekolah itu, terlihat beberapa kelompok siswa dan guru bergotong royong membersihkan lantai dan furnitur sekolah. Beberapa hari yang lalu air masih menggenangi sekolah mereka hingga ke atap.

Sekelompok anak-anak muda terlihat membantu di ruang kelas. "Kami datang ke sini untuk membantu; rumah kami juga banjir, tapi sekolah lebih penting, supaya kita bisa cepat kembali ke kelas, dan yang paling penting bermain (sepak bola) dengan teman-teman", kata Ali, salah satu siswa yang turut membantu bersih-bersih.


Anak-anak sangat rentan pada saat banjir, dan diperkirakan sekitar 83.000 dari mereka terkena dampak banjir. ©UNICEF Indonesia / 2013 / Estey.

Setelah memberikan UNICEF tur sekeliling sekolah, Ali menambahkan, "Sekolah kena banjir hampir setiap tahun, dan begitu juga rumah saya." Sekolah Ali adalah salah satu sekolah yang terkena dampak terburuk di wilayah ini. Air kotor dan lumpur merusak pompa air dan toilet, dan sebagian besar meja dan kursi kelas telah hancur atau tidak dapat digunakan. Ali sekarang menghabiskan hari-harinya menunggu air surut agar ia bisa kembali ke sekolah.

UNICEF telah bekerja sama dengan pemerintah dan mitra-mitra LSM untuk mengkaji kebutuhan kemanusiaan di wilayah-wilayah yang terkena dampak banjir, untuk memberikan bantuan darurat secara langsung. UNICEF dan mitra penerapnya – Oxfam dan PBA – dengan cepat mengkaji keluarga yang terkena dampak di daerah Kampung Melayu, Bukit Duri, salah satu wilayah yang terdampak paling parah di mana ribuan rumah tangga terpengaruh oleh banjir.

Untuk membantu mencegah penyebaran penyakit yang ditularkan melalui air, UNICEF mendistribusikan kebutuhan untuk sanitasi, seperti ember, sabun, jerigen, dan paket kebersihan keluarga. Paket kebersihan UNICEF menyediakan pasokan seperti sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi, sikat gigi, kain sarung, dan handuk. Penyediaan pasokan darurat dari UNICEF ke daerah-daerah ini terus berlanjut, dan upaya untuk meminimalkan kerugian bagi anak-anak dan wanita adalah prioritas utama.

Pada saat yang sama, UNICEF dan mitra-mitranya juga menyebarkan pesan-pesan kesehatan dan kebersihan untuk mencegah penyakit yang ditularkan melalui air dan vektor, melalui berbagai medium - termasuk dari mulut ke mulut, radio, poster, leaflet, brosur, dan spanduk.

UNICEF Indonesia telah mengaktifkan program penggalangan dana darurat untuk membantu para korbanbanjir Jakarta. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi: http://www.unicef.or.id/

Lihat foto-foto pendistribusian bantuan banjir di Bukit Duri di halaman facebook kami.

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children