Kisah Nyata

Kisah nyata dari penjuru Indonesia

 

Upaya satu keluarga dalam memastikan air bersih dan sanitasi untuk desa mereka

Bakribo, Indonesia. Oktober 2012. Di desa Bakribo, Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, lebih dari 360 orang hidup tanpa pasokan air yang layak selama hampir 40 tahun. Mereka mengandalkan sistem penampungan air hujan, walaupun dengan jumlah penampung dan penyimpanan air yang terbatas. Sebuah sumber mata air kecil di dekat pantai (dikenal sebagai "slobar") merupakan alternatif untuk mendapatkan air bersih untuk rumah tangga. Namun, berjalan kaki dari rumah yang terdekat ke sumber mata air ini memerlukan setidaknya satu jam.

Situasi ini tidak diterima oleh setidaknya satu rumah tangga, yaitu Bapak Lodwik Yensenem yang berusia 55 tahun. Pak Lodwik adalah seorang nelayan dan pekerja yang dihormati di desanya. Dia adalah partner yang ideal bagi UNICEF untuk menunjukkan cara-cara perbaiki sistem pasokan air.

Sejak tangki itu dibangun hampir dua tahun yang lalu, Ibu Lodwik tidak pernah lagi harus pergi ke "slobar" untuk mendapatkan air.

Dengan menggunakan cetakan dari program yang didukung UNICEF, Pak Lodwik membangun tangki air hujan sendiri di samping rumahnya. Bersama dengan istrinya, pasangan ini menghancurkan batu-batu untuk membuat kerikil untuk bahan bangunan. Dengan itu sebagai dasar, tangki tersebut telah terpasang dan kini berfungsi dengan baik untuk menampung air hujan. Keluarga Lodwik tidak mengharapkan imbalan ataupun insentif, fokus mereka adalah untuk berkontribusi terhadap proyek tersebut, demi sumber air yang konsisten melalui cara yang sederhana namun efektif.

Sejak tangki itu dibangun hampir dua tahun yang lalu, Ibu Lodwik tidak pernah lagi harus pergi ke "slobar" untuk mendapatkan air. Kini dia hanya perlu memutar keran di dapur untuk mendapatkan air bersih dari tangki yang dibangun bersama suaminya.

Kolaborasi antara keluarga Lodwik dan program UNICEF ini tidak terbatas pada tangki air. Pak Lodwik juga diberikan bio sand filter di dapurnya untuk memasok air minum untuk keluarganya. Program ini dimulai sebagai inisiatif percontohan di Biak pada bulan September 2010, dengan konstruksi filter dan peralatan sanitasi lainnya dilakukan secara lokal.

Kedua program sederhana ini telah menghasilkan dampak yang signifikan pada lingkungan kesehatan di desa. Dinas Kesehatan Biak telah menguji kualitas air yang dihasilkan, dan telah dinyatakan layak minum. Ini berarti risiko penyakit seperti diare - penyakit yang menyebabkan sepertiga kematian balita di Indonesia - akan menurun, waktu yang dihabiskan untuk mengambil air berkurang, dan manfaat positif terkait lainnya untuk masyarakat semakin kuat.

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children