Mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk UNICEF Indonesia mendukung kesiapsiagaan akan pandemik
Suzanna Dayne Jakarta, Indonesia 8 May 2009 – UNICEF Indonesia mendukung serangkaian lokakarya untuk membantu kesiapan Indonesia menghadapi pandemic, atau penyebaran wabah penyakit secara cepat ke seluruh dunia. Program ini awalnya diciptakan sebagai bagian dari kampanye flu burung. Indonesia adalah salah satu negara yang sangat dipengaruhi oleh flu burung dan para ahli telah memperingatkan bahwa virus ini bisa bermutasi di masa yang akan datang dan menyebabkan pandemik. Tapi tidak ada yang tahu kapan atau di mana wabah itu bisa menyebar. Dengan mewabahnya Influenza A (H1N1) di Amerika Utara, kesiapsiagaan menghadapi pandemik menjadi sangat penting. Untuk kebanyakan orang, mungkin susah dibayangkan dampak dari pandemic. Tapi dengan cepatnya menyebar virus H1N1, kita bisa liat hasilnya: orang-orang yang harus dikarantina di Hong Kong bahkan sekolah-sekolah yang ditutup di Meksiko. Semua ini membuat kesiapan menghadapi pandemik menjadi sangat relevan untuk semua peserta lokakarya. Dibiayai oleh Badan Pembangunan Internasional Kanada (CIDA), program ini mencakup sembilan lokakarya seluruh Indonesia. Pesertanya datang dari berbagai sektor pemerintahan termasuk komunikasi, transportasi, keamanan, energi, makanan, dan sebuah kelompok khusus yang fokus ke perempuan dan anak-anak. Para ahli memperkirakan pandemik bisa datang dalam beberapa gelombang selama beberapa bulan. Beberapa pertanyaan mencuat dalam lokakarya ini: berapa banyak makanan yang harus kita siapkan untuk keluarga kita? Apa ada cukup pekerja untuk menjaga persediaan air dan gas? Kapan kita harus menutup sekolah? Dan informasi apa yang harus kita berikan ke masyarakat? “Sebelum lokakarya ini, saya benar-benar tidak tahu dampak dari sebuah pandemik,” kata Maryam Magdalena dari Organisasi Pemberdayaan Perempuan di Papua Barat. “Saya tidak sadar bahwa flu itu bisa sangat mematikan. Kita perlu merencanakan bagaimana mendukung perempuan dan anak-anak jika wabah merebak di sini supaya kita bisa mengurangi angka kematian,” katanya. Lokakarya terakhir akan diselenggarakan akhir bulan ini dengan membawa peserta dari beberapa negara untuk menguji koordinasi nasional. Indonesia adalah negara terbesar ke-empat sedunia dan koordinasi sangat penting untuk meminimalkan dampak penyebaran penyakit ini ke masyarakat. UNICEF juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang penyebaran flu. Upaya yang dilakukan termasuk membuat poster dan selebaran yang berisi cara-cara menghindari flu, yang disebar ke sekolah-sekolah. Sebuah pesan layanan masyarakat dan drama radio sedang diproduksi untuk meningkat kesadaran masyarakat tentang cara menghindari penyebaran flu. UNICEF bekerja sama dengan pemerintah dan media untuk mendukung kesadaran publik. WHO telah menyatakan virus flu A H1N1 telah meningkat menjadi fase 5, hanya satu fase di bawah pandemik. “Apakah itu H1N1 atau ada virus lain nanti yang muncul, tak bisa diragukan lagi bahwa kesiapsiagaan kita nantinya bisa menyelamatkan nyawa,” kata Dr. Anne Vincent, ketua kelangsungan hidup dan perkembangan anak di UNICEF Indonesia.
|