Kisah nyata dari penjuru Indonesia
 |
|
© UNICEF Indonesia/2008/Edy Purnomo |
|
Petugas kesehatan memberi penjelasan pada para siswa sebelum mendapatkan vaksinasi tetanus. |
Imunisasi Tetanus melindungi remaja kini dan nanti
Kepahiang, Bengkulu, 21 November 2008– Lebih dari 100 murid-murid perempuan berseragam hijau dan putih di SMU Kepahiang memenuhi aula sekolah dengan segala keributan yang hanya bisa dilakukan oleh anak-anak berumur 15 tahun. Di antara suara riuh anak-anak remaja tersebut, seorang petugas kesehatan memberi perintah melalui pengeras suara, meminta para siswa untuk menggulung lengan bajunya dan membentuk satu barisan. Baca lebih lanjut.
Vaksin tetanus mencegah kematian ibu dan bayi
Kepahiang, Bengkulu,20 November, 2008 - Di balkon puskesmas yang teduh, Titi, 24, diantara ibu-ibu dan bayi-bayi mereka sedang menunggu. Dia sedang hamil sembilan bulan, anak keduanya dan baju batik hampir sesak dengan perutnya. Walaupun hari masih pagi, puskesmas sudah penuh dengan para ibu menunggu nama mereka dipanggil. Baca lebi lanjut.
Dari desa Terpencil ke Kota Besar: Mendidik Orang Indonesia Tentang HIV
Papua Barat, Indonesia, 28 November 2008 – Matahari belum lagi bersinar ketika sebuah tim penjangkauan UNICEF bertolak menuju desa
terpencil Imbenti, menempuh enam jam perjalanan melewati jalan pegunungan. Tujuan mereka adalah memberikan informasi penting mengenai
HIV/AIDS kepada sekitar 100 keluarga yang tinggal di pegunungan Arfak di Papua Barat.Baca lebih Lanjut
UNICEF dan Bidan-Bidan Papua Melawan Malaria
Waiya, Papua- 23 September 2008 - Malaria adalah salah satu penyebab komplikasi kandungan untuk para wanita Indonesia sekarang. Ibu-ibu hamil yang terjangkit penyakit ini bisa mengalami keguguran, anemia serta pendarahan dan para ibu yang tinggal di daerah pedesaan memiliki resiko yang paling besar terkena malaria. Baca lebih lanjut.
Wes di Sorong Papua Barat
Klamalu, Papua Barat-20September 208 – Dengan sepatu bot setinggi lutut, Paulinus Klasjok dengan lincah berjalan menembus rawa-rawa pekarangan belakang rumahnya untuk mencapai kakus keluarga tersebut. Baca lebih lanjut.
Boneka dan Teman Sebaya Menjadi Guru Untuk Mencuci Tangan
Hari Mencuci Tangan Sedunia yang pertama kali diluncurkan pada tanggal 15 Oktober. Berikut adalah satu dari cerita yang berhubungan dengan tema diatas.Baca lebih Lanjut.
UNICEF ‘Perang’ Melawan Malaria di Indonesia
DESA YAMLI, Indonesia, September 12 2008 – Selama berabad-abad, warga di Pulau Halmahera Selatan sudah berhadapan dengan masalah kesehatan yang bagi daerah lain di Indonesia sudah mulai dilupakan. Baca lebih lanjut.
Mendidik Para Ibu dan Bidan Dalam Rangka Pekan ASI Dunia
LOMBOK, Indonesia, 29 Juli 2008 – Hari masih sangat pagi ketika Dwinta Dyah Larasanti, seorang bidan, berangkat menuju Puskesmas dan bersiap untuk berjuang melawan buruknya pemberian asupan gizi untuk bayi-bayi. Baca lebih lanjut.
UNICEF Mendukung Ibu Baru Hidup Dengan HIV di Indonesia
GRESIK, Indonesia, 25 Agustus 2008 – Umi adalah gadis biasa seperti gadis-gadis lain di kota pelabuhan yang panas di Gresik, Jawa Timur. Tetapi, suatu malam, beberapa teman laki-lakinya mengundangnya untuk datang ke sebuah pesta dimana dia melihat berbagai macam jarum suntik yang aneh. Baca lebih lanjut.
Anak-anak senang sekolah
Solo, Indonesia, 11 Februari 2008 – Ifah bangun sebelum subuh. Anak perempuan 12 tahun ini langsung mempersiapkan diri dan peralatannya untuk ke sekolah. Setiap pagi, murid kelas 6 ini selalu senang berangkat sekolah. “Saya suka sekali sekolah, apalagi kalo sedang belajar bahasa inggris, kesukaan saya,” ujarnya. Baca lebih lanjut.
 |
|
© IDSA/2007/Estey |
|
Pejabat kesehatan UNICEF, Dr. Wibowo (kiri) dan rekan dari dinas kesehatan berjalan menuju sebuah kapal untuk mengantar vaksin campak di tempat terpencil di Kalimantan Selatan. |
UNICEF mendukung PIN di pedalaman Indonesia
Desa Haratai, Kalimantan, 24 Agustus 2007 - Sesaat setelah matahari terbit, Ibu Riniyati tengah mempersiapkan Tresia, putrinya yang baru berumur 11 bulan. Saat menimang, Ibu Riniyati membisikan kepada anaknya bahwa hari ini adalah hari yang spesial karena putrinya akan diajak ke rumah panjang desa untuk diimunisasi.
Keadilan dan dukungan bagi korban anak kekerasan seksual di Indonesia
Lombok, Indonesia, 2 August 2007 - Lombok adalah pulau tropis yang menawan; satu dari beribu kepulauan Indonesia. Namun dibalik semua kecantikan alam ini, ada masalah kriminal yang bercokol dalam bentuk kekerasan terhadap anak, khususnya kekerasan yang mereka derita dirumah, disekolah, atau ditempat kerja sebagai buruh dan dalam bentuk kekerasan seksual....baca lanjut
Selamatkan Ibu Selamatkan Nyawa
Kupang, NTT - Hanya satu jam penerbangan dari pusat turis mancanegara Bali, terdapat propinsi kepulauan yaitu Nusa Tenggara Timur, atau NTT. Pasir putih, pemandangan yang memukau dan orang-orang yang ramah membuat rantaian kepulauan ini menjadi layaknya tempat yang ideal. Namun dibelakang kecantikan kepulauan tesebut ada sebuah masalah kesehatan yang dapat mengancam setiap keluarga yaitu kehamilan dan kelahiran bayi...baca lanjut
Memerangi HIV/AIDS bersama pesantren di Jawa Timur
Kelas pagi di Pesantren Zainul Hasan telah selesai dan ini ditandai bukan hanya oleh bunyi bel namun juga dengan suara adzan.... Selain diskusi tentang agama, para pelajar juga mulai bebas mendiskusikan hal-hal tentang seks, penggunaan napza serta HIV/AIDS... baca lanjut
Child Centre - tempat berkumpul bagi para ibu & anak-anaknya
Seorang guru menjelaskan bagaimana seekor ulat bulu akan menjadi kupu-kupu dan sekitar 40 anak-anak yang umumnya berumur dibawah 6 tahun terus mencoba untuk menggambar kupu-kupu tersebut. baca lanjut
Air & Kebersihan Lingkungan: bagian penting dalam misi UNICEF Indonesia
Jika memang ada sisi glamor dalam pekerjaan sosial, pasti menggali lobang untuk menjadi jamban tidak masuk dalam daftar. Namun, bagi UNICEF, air & kebersihan lingkungan adalah hal yang tidak bisa ditawar. baca lanjut
Anak-anak Aceh: 4 kisah nyata
Alfaed kelihatan lebih senang bermain di rumah daripada bersama teman-teman sebayanya. Ia menghindari tatapan orang lain…
Pembawaan Farida yang tenang tidak menunjukkan bahwa dia baru saja kehilangan ibunya dan dua kakak perempuan dalam bencana tsunami…
Kalau bukan karena bandana yang terikat di kepalanya, sulit sekali membedakan antara sikembar Hendri & Hendra…
Sri Handayani, 16, tampak riang melangkah di sekitar rumahnya yang kecil. Ia harus merawat ayah dan dua adik laki-lakinya di desa Sengkomulat…
Polio: kisah dari Jawa Barat
Wabah ini menyebar ke 10 propinsi Indonesia dan telah melumpuhkan setidaknya 302 anak-anak… baca lanjut