Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

Jurnalis dan Pelajar Maluku Padukan Kekuatan Memerangi Flu Burung

© Unicef Indonesia-Maluku-08-msuhartono

Oleh: Muktita Suhartono dan Arie Rukmantara

Ambon, 27 Mei 2008 -- Percaya bahwa semua orang menghadapi ancaman yang sama dari merebaknya penyakit avian influenza atau flu burung, masyarakat Ambon, ibukota Provinsi Maluku bersepakat untuk mengambil tindakan cepat untuk mencegah virus mematikan itu menyebar ke wilayah timur Indonesia.

Jurnalis dan pelajar Ambon bersama-sama menyingsingkan lengan baju dan memadukan kekuatan untuk memastikan bahwa virus mematikan ini tidak mewabah di wilayah mereka. Maluku belum pernah melaporkan kasus flu burung pada manusia.Namun tahun lalu, dinas peternakan provinsi menemukan beberapa kasus unggas sakit yang diselundupkan ke provinsi tersebut.

Para jurnalis yang tergabung dalam Maluku Media Center (MMC) bekerja sama dengan Komite Nasional Penanggulangan Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) dan UNICEF dengan dukungan dana dari Pemerintah Kanada meluncurkan kampanye antiflu burung secara besar-besaran dengan melibatkan media massa. Kampanye ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik dan memperkenalkan kepada masyarakat Maluku pesan-pesan pencegahan flu burung.

Para pekerja media tersebut berusaha memperkenalkan kepada para siswa pesan-pesan pencegahan flu burung yang akan melindungi nyawa mereka dari ancaman penyakit berbahaya.  Para jurnalis ini melakukan studi lapangan untuk melihat langsung situasi nyata.  Sebuah lokakarya khusus mengenai jurnalisme kesehatan diadakan untuk para siswa. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa dapat menghasilkan berbagai karya jurnalistik yang bertemakan pencegahan flu burung.

“Memahami flu burung merupakan hal penting bagi para jurnalis di Ambon agar mereka dapat menyebarkan informasi mengenai penyebab penyakit ini, faktor resiko dan dampak yang ditimbulkannya. Dan juga bagaimana melindungi masyarakat dari penyakit tersebut,” jelas Azis Tunny, koordinator MMC, sebuah organisasi profesi yang didirikan oleh jurnalis Maluku untuk meningkatkan keahlian jurnalistik para angggotanya.

 “Lebih dari itu, kita mempunyai kewajiban untuk melakukan lebih dari sekedar melakukan kegiatan jurnalistik—peliputan dan penerbitan berita. Namun juga harus melayani masyarakat. Oleh sebab itu, kampanye ini merupakan tanggung jawab moral kami untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat,” imbuhnya.

© UNICEF Indonesia-Maluku2-2008

Jurnalis Ambon sepenuhnya menyadari bahwa mereka  perlu meningkatkan pengetahuan mereka mengenai flu burung untuk memastikan bahwa artikel yang akan dihasilkan akurat dan informatif bagi masyarakat. Untuk meningkatkan kemampuan mereka, 11 orang jurnalis melakukan studi lapangan di lima desa percontohan di Cirebon dan Subang, Provinsi Jawa Barat, untuk belajar mengenai langkah-langkah pencegahan flu burung di tingkat masyarakat.

Kepala kantor perwakilan UNICEF Maluku Widodo Suhartoyo menjelaskan bahwa walaupun Maluku tidak berada dalam “dafar merah” daerah endemis flu burung, namun sebenarnya tidak ada tempat yang benar-benar bebas dari resiko terjangkit flu burung.

“Flu burung merupakan sebuah ancama nyata.  Baik langsung maupun tidak langsung, Maluku akan menanggung konsekuensi saat virus flu burung H5N1 tidak lagi dapat dikendalikan penyebarannya,” jelasnya. Widodo juga menjelaskan bahwa tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengajak masyarakat berpikir kedepan dan mencegah penyebaran virus mematikan yang dapat menyebabkan kondisi yang lebih memprihatinkan.

“Para ahli mengakui bahwa kemungkinan terjadinya pandemi adalah nyata. Jika virus bermutasi kedalam bentuk yang mudah ditularkan antarmanusia, semua orang akan beresiko. Oleh sebab itu kita semua bekerja sama dengan media karena media massa adalah alat yang paling efektif untuk mencapai masyarakat,” tambahnya.

Sebagai bagian dari kampanye, para jurnalis mengadakan lokakarya jurnalisme selama dua hari yang diikuti oleh 40 siswa sekolah.  

“Kami diajarkan untuk membuat kerangka laporan mengenai flu burung. Para pengajar yang terdiri dari para jurnalis, mengajarkan kami bagaimana menulis laporan berita, melakukan wawancara , dan juga teknik menulis laporan yang benar,” jelas Zaenal Arifin, salah seorang peserta.

Peserta lain, Caleb Ong, siswa berusia 16 tahun menjelaskan “Flu burung adalah penyakit pada unggas yang juga dapat menyerang manusia. Penyakit ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu kita harus membagi informasi dan menjelaskan bahaya penyakit ini kepada keluarga dan teman. Agar mereka dapat melindungi diri mereka dari penyakit ini.”


© Unicef Indonesia-Maluku3-08-msuhartono

“Kami harap teman-teman akan mendapatkan informasi lebih jauh tentang flu burung dengan membaca artikel-artikel yang dimuat di majalah dinding kami,” tambahnya.
Widodo menambahkan bahwa selain media komersial, sarana publikasi dari para siswa ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran di dalam dan di luar lingkungan sekolah.

“Kami mendukung lokakarya jurnalisme bagi para siswa ini untuk mempermudah cara penyampaian informasi mengenai flu burung di sekolah, kepada teman-teman dan kelompok sebaya. Adalah sangat penting bahwa mereka tahu cara menyebarkan informasi yang mereka miliki mengenai flu burung kepada orang lain.” jelas Widodo lagi.

Duta UNICEF Indonesia, Ferry Salim, mendukung kegiatan seperti ini. “Saya terkejut. Majalah dinding yang dikerjakan oleh para siswa sangat istimewa. Saya harap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi provinsi lain. Bersama-sama kita menyebarkan informasi mengenai ancaman flu burung kepada setiap orang.”

Ferry menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh para jurnalis dan siswa dan juga mengajak mereka untuk melakukan kegiatan ini sebagai bagian dari kegiatan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Anak-anak, selalu cuci tangan dengan sabun. Jangan bermain dengan unggas. Jika ada gejala demam, batuk atau gejala flu lainnya, berobatlah ke Puskesmas. Jika melihat ayam mati, laporkan kepada orang tua, guru atau kepala desa,” imbuhnya.

 

 
For every child
Health, Education, Equality, Protection
ADVANCE HUMANITY