Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

Art in a Bag

© UNICEF Indonesia/2008/ Stechert
Seorang siswa sedang membuat illustrasi untuk cerita rakyat Aceh sebagai bagian dari program “Seni dalam Tas” yang didukung oleh UNICEF.

Oleh Anna K. Stechert

BANDA ACEH, Indonesia, Mei 14 2008 –  Berjalan menyusuri auditorium yang luas dari Dinas Pendidikan Nasional Aceh, siapapun tidak akan dapat menahan diri untuk tidak menikmati illustrasi mengenai perdamain yang terpampang di tembok. Illustrasi tersebut merupakan bagian dari pameran seni anak-anak. Illustrasi yang dipamerkan dihasilkan dari program UNICEF yang diberi nama “Seni Dalam Tas – Art in a Bag” yang telah berlangsung di Aceh dalam dua tahun terakhir. 

Program ini bertujuan untuk memberikan tempat bagi anak-anak yang duduk di kelas empat sampai kelas enam tingkat sekolah dasar untuk mengekspresikan perasaan mereka akan kebrutalan dalam konflik yang terjadi di propinsi tersebut selama tiga dekade. Ide dari program ini sederhana: melibatkan anak-anak Aceh untuk mengenal cerita-cerita rakyat yang dibacakan oleh para guru di kelas, kemudian melepaskan mereka untuk berimajinasi membuat illustrasi dari cerita-cerita tersebut dengan pensil warna, buku-buku mewarnai dan buku-buku untuk menulis.

Para seniman muda ini kemudian didorong untuk mencurahkan kreativitas mereka untuk membuat illustrasi dari cerita-cerita rakyat yang sudah mereka dengar.

“Saya belajar banyak sekali soal sejarah Aceh dari cerita-cerita rakyat tersebut,” kata Windari, seorang siswa kelas enam.

“Kami membaca cerita-cerita rakyat dan menggambar illustrasi bersama-sama,” tambah Rahmat, juga seorang siswa kelas enam.

“Mungkin kami bisa menjadikan cerita-cerita rakyat tersebut sebagai drama pendek. Ini akan sangat menyenangkan! Dan saya pikir ini berguna juga karena kami dapat mencari tahu kemampuan dan apa yang kita sukai. Contohnya, beberapa anak ternyata sangat suka menggambar dan mereka bagus sekali menggambarnya.” 

© UNICEF Indonesia/2008/ Stechert
Pameran 'Seni dalam Tas atau Art in a Bag' di kantor Dinas Pendidikan Nasional Aceh memajang karya anak-anak dari daerah konflik di propinsi ini.

Mendorong ekspresi seni

SD Muhammadiah di Banda Aceh, yang dibangun oleh UNICEF, adalah salah satu sekolah yang berpartisipasi dalam program “Seni dalam Tas atau Art in a Bag”  pada tahun 2007. Sejak itu, program ini dimasukkan dalam kurikulum sekolah.

Kelas seni dan budaya diadakan setiap dua kali dalam seminggu dimana para siswa terlibat dalam berbagai macam kegiatan. Para siswa gembira dan lebih bersemangat setelah sekolah  mereka menggelar pameran untuk karya-karya mereka. “Kami sangat bangga,” kata Rahmat. “Banyak orang dan siswa dari sekolah lain bahkan para pejabat data. Kami bisa tunjukkan hasil karya kami, apa yang selama ini kami kerjakan!”

Menciptakan kepercayaan

Ibu Lelawati, salah satu guru yang mendapat pelatihan dari UNICEF untuk menjalankan kegiatan-kegiatan dalam program ini, percaya bahwa para siswa sekarang menjadi lebih percaya diri untuk mengungkapkan pendapat mereka. Murid-murid ibu Lelawati baru-baru ini juga menerima penghargaan – hadiah kedua – dari perlombaan teater tingkat propinsi.

“Sebelumnya, anak-anak sungguh pemalu apalagi ketika kita minta mereka untuk membaca keras-keras di dalam kelas atau untuk berakting dalam sebuah drama. Sekarang saya punya banyak sukarelawan di kelas untuk melakukan itu semua,” katanya sambil tertawa. “Mereka banyak berubah.”

Sejauh ini, ada 96 sekolah di enam kecamatan yang ikut serta dalam program ini. Karena keberhasilan yang ditunjukkan dari peserta sekolah sebelumnya, UNICEF memutuskan untuk menambah 11 sekolah dari dua kecamatan lain untuk program tahun ini. 

Kantor Dinas Pendidikan Nasional dan UNICEF berharap semoga pameran lukisan anak-anak yang sudah berlangsung tersebut dapat memberi inspirasi para mitra pemerintah dan lembaga-lembaga lain untuk terus mendorong dan memajukan kesehatan dan perkembangan anak-anak melalui ekspresi seni. 

 

 

 
unite for children