Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

Lebih dari 1.000 Orang Turut Serta Dalam Simulasi Pandemic Flu yang Mematikan di Bali

Arie Rukmantara

Bali, 8 Mei 2008 – Sebuah percobaan yang menguji kesiapan Indonesia dalam menghadapi pandemic flu burung telah dilaksanakan selama tiga hari di pulau Bali akhir bulan lalu.

Sekitar 1.000 orang di kabupaten Jembrana turut serta dalam simulasi yang menguji coba semua segi kesiapan masyarakat dalam menghadapi pandemic flu yang mematikan. Beberapa keluarga bahkan turut serta dalam meragakan menjadi korban virus flu burung.

Setelah virus yang mematikan tersebut ‘menyerang’ seorang warga di desa Dangin Tukadaya, anggota polisi dan militer melakukan aksi penanganan, termasuk menutup semua sekolah, took dan menutup lalu lintas desa tersebut agar dapat mencegah penularan virus dari wilayah itu.

“Walaupun hanya simulasi, rasanya cukup menakutkan,” ujar I Nyoman Narma, salah satu warga yang turut serta meragakan menjadi korban flu burung. “semuanya terjadi begitu cepat. Setelah anggota militer dating, jalan-jalan menjadi kosong. Saya sangat berharap ini semua tidak akan terjadi.”

Mengembangkan Sistem Siap Siaga Dini

Indonesia memiliki 108 korban jiwa flu burung dari 241 yang telah diketahui diseluruh dunia. Program pencegahan flu burung di Indonesia menghadapi banyak tantangan, seperti bagaimana meregulasikan kebiasaan memelihara ayam di halaman diseluruh penjuru negeri ini.

Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Dr. I Nyoman Kandun yang turut serta dalam pelatihan tersebut menyatakan bahwa simulasi dilaksanakan sebagai upaya untuk mengembangkan sistem siap siaga dini.

“Kami harus siap di Indonesia jika pandemic flu terjadi disini. Maka dari itu, kami melakukan semua sektor termasuk rumah sakit, keamanan, transportasi dan komunikasi,” ujar Dr. Kandun.

Bekerjasama

UNICEF Indonesia, dengan dukungan dana dari badan bantuan pengembangan internasional pemerintah Kanada, telah bekerjasama selama beberapa tahun terakhir ini dengan bagian kantor pusat komunikasi public Depkes dan Komisi Nasional Flu Burung dan Pandemi Influenza (KOMNAS FBPI).

Melalui kerjasama semua pihak tersebut, mereka tengah mengembangkan materi komunikasi dan rencana untuk meningkatkan pengetahuan warga serta memformulasikan protokol komunikasi darurat.

“UNICEF terus mendukung upaya kampanye untuk meningkatkan kesadaran publik tentang flu burung. Kini upaya tersebut memijak kedalam kesiapan pandemic,” ujar kepala perwakilan UNICEF Dr. Gianfranco Rotigliano. “Penting bagi Indonesia untuk siap siaga atas kemungkinannya terjadi pandemi flu karena kesiapan tersebut dalam menyelamatkan banyak nyawa.”

Kepala KOMNAS FBPI, Bayu Krisnamurthi mengatakan bahwa walau simulasi ini menjadi alat pelatihan yang baik namun masih banyak lagi yang harus dilakukan.

“Kita harus tetap siaga,” ujarnya. “Setiap Negara harus saling mendukung dan melindungi satu sama lainnya dari ancaman virus yang mematikan ini.”

 

 
For every child
Health, Education, Equality, Protection
ADVANCE HUMANITY