Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

Provinsi Jawa Tengah mendukung kampanye pendidikan di sekolah melawan flu burung

© UNICEF/2008/Suharya
1) Kepala Perwakilan UNICEF Jawa Tengah, I Made Sutama menyerahkan paket siswa tanggap flu burung di saat peluncuran paket tersebut di Semarang, 14 Februari 2008.

14 Februari 2008, Semarang, Indonesia – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah dan UNICEF meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit flu burung di lingkungan sekolah. Sekitar 10,000 orang perwakilan siswa dan guru Sekolah Dasar dari 35 kabupaten di Jawa Tengah menerima Paket Siswa Tanggap Flu Burung yang berisi alat pendidikan yang memuat pesan kunci untuk melindungi diri mereka dari bahaya flu burung.

Provinsi Jawa Tengah dengan jumlah penduduk lebih dari 32 juta jiwa menghadapi tantangan yang besar dalam menghadapi virus flu burung. Hingga 3 Februari 2008, sudah tercatat 126 kasus manusia dan 9 diantaranya berasal dari Jawa Tengah dengan 8 korban meninggal. Kasus terkini adalah meninggalnya anak lelaki berusia 16 tahun dari Sragen.

Dengan dukungan KOMNAS FBPI serta bantuan dana dari Pemerintah Jepang dan Kanada, UNICEF memproduksi Paket Siswa Tanggap Flu Burung untuk membantu meningkatkan kesadaran para guru mengenai flu burung. Program ini dimulai di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang menerapkan sistem MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), sebuah program yang didukung oleh UNICEF. Paket Siswa ini berisi berbagai alat pendidikan, diantaranya kartun animasi (VCD) yang khusus diproduksi untuk program kampanye nasional flu burung. Tokoh-tokoh dalam kartun tersebut menggunakan karakter program TV populer Bajaj Bajuri dan Salon Oneng.

"Saya senang sekali menonton kartun tersebut di acara peluncuran Paket Siswa Tanggap Flu Burung… sangat menarik, sarat informasi, membuat kita bisa sadar dan paham akan bahaya virus flu burung, “ kata Fitri, kelas 5 SD Pekunden Semarang, Jawa Tengah.

Sekitar 10 ribu guru dari 35 kabupaten di Jawa Tengah juga akan dilatih teknik mengintegrasikan informasi dan pesan-pesan kunci Paket Siswa Tanggap Flu Burung ke dalam berbagai mata pelajaran, seperti matematika, biologi dan Bahasa Indonesia.

"Paket Siswa Tanggap Flu Burung adalah alat komunikasi dan pengajaran yang sempurna bagi kita dan tantangan yang akan kita hadapi adalah bagaimana mengembangkan strategi yang tepat dalam mengintegrasikan pesan kunci flu burung tersebut ke dalam mata pelajaran sekolah,” kata Kepala Sekolah SD Bumi I Solo, Tribudi.

© UNICEF/2008/Suharya
Anak-anak tertawa dan menikmati kartun animasi yang mendidik dan menghibur serta ditayangkan dan merupakan bagian dari paket siswa tanggap flu burung.

Bagaimana siswa-siswi paham tiga pesan kunci yang dapat melindungi mereka dari bahaya flu burung adalah tantangan besar yang akan dihadapi seluruh sekolah di Indonesia. Pesan-pesan tersebut ialah :

1.      Jangan bermain dengan unggas sakit atau mati

2.      Selalu cuci tangan pakai sabun

3.      Laporkan ayam yang sakit/mati kepada guru maupun orang tua

Kami berkomitmen penuh untuk melakukan apapun dalam rangka melindungi anak-anak kami dari bahaya flu burung dan tentunya guru memiliki peran penting dalam proses tersebut,” kata Kunto Nugroho, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

“Kami akan melatih guru guru terpilih dari sekolah MBS di 35 kabupaten di Jawa Tengah agar mereka langsung bisa mengintegrasikan Paket Siswa Tanggap Flu Burung ini ke dalam proses pembelajaran sekolah sehari-hari. Kami juga akan melakukan lomba gambar untuk anak anak SD yang merefleksikan tema yang berhubungan dengan ke tiga pesan kunci flu burung tersebut,” tambahnya.  

Sebanyak 50,000 Paket Siswa Tanggap Flu Burung akan dikirimkan ke sekolah-sekolah di Jawa, Bali dan Sulawesi. Sejumlah 10,000 sekolah serta 3 juta anak di Jawa Tengah diharapkan akan menerima paket siswa yang bisa menyelamatkan hidup mereka dari penyakit mematikan tersebut.

Kepala Perwakilan UNICEF Jawa Tengah I Made Sutama menyatakan, "Lebih dari 40% korban flu burung adalah anak-anak, jika mereka memahami, melaksanakan dan membagi informasi yang mereka pelajari dari Paket Siswa Tanggap Flu Burung terhadap keluarga dan teman-temannya, hal tersebut akan mengurangi resiko mereka terkena virus flu burung.”

”Saya sangat bangga dan mendukung kerja sama bahu-membahu yang kita laksanakan dengan Pemerintah Daerah serta Dinas Pendidikan Jawa Tengah ini agar bisa mengurangi penyebaran virus flu burung yang mematikan ini.”

 

 
unite for children