UNICEF meluncurkan kampanye baru untuk memerangi flu burung di Indonesia
Tod Mohamed Jakarta, 7 Juni 2007 – UNICEF meluncurkan kampanye baru senilai US$3.5 juta untuk membantu mengendalikan virus flu burung di Indonesia. Kampanye baru UNICEF difokuskan pada peningkatan kesadaran masyarakat tentang flu burung dan meningkatkan perilaku sehat yang dapat mengurangi resiko tertular virus flu burung. Kampanye baru UNICEF diluncurkan berdasarkan keberhasilan kampanye media TANGGAP FLU BURUNG yang tengah berlangsung, yang diprakarsai bersama dengan Pemerintah Indonesia pada bulan September 2006. Kampanye di tahun 2007 akan meliputi kegiatan-kegiatan baru yaitu iklan layanan masyarakat melalui TV dan radio; program mobilisasi sosial di desa-desa, program untuk anak-anak sekolah dan program-program pendidikan yang diperuntukkan bagi para wartawan dan mematangkan rencana nasional kesiapsiagaan menghadapi pandemic. UNICEF juga terus mendukung Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (KOMNAS FBPI). “Mengubah perilaku keluarga-keluarga di Indonesia dalam memelihara unggas yang telah berlangsung selama beberapa generasi adalah suatu tantangan yang besar dan hal ini berarti harus melibatkan semua orang dari segala lapisan masyarakat mulai dari pemerintah, pekerja kesehatan, para petani unggas, sampai dengan guru… semua orang harus ikut serta,” kata Suzanna Dayne, ketua Tim Penanganan Flu Burung UNICEF.
“Kita mesti memahami mengapa Flu Burung adalah suatu masalah yang penting dan apa yang dapat kita lakukan untuk mengurangi kemungkinan tertular, yaitu dengan mencuci tangan secara teratur, memasak ayam dengan matang, dan memelihara unggas dalam kandang dan memusnahkan unggas yang sakit dengan benar”, dia menambahkan. Virus Flu Burung H5N1 adalah virus yang sangat mematikan yang terutama menjangkiti unggas. Namun dalam kasus-kasus tertentu, manusia juga dapat terjangkiti virus ini yang biasanya berasal dari ayam yang telah terinfeksi. Saat ini Indonesia telah mencatat 99 kasus flu burung pada manusia dan 76 diantaranya meninggal dunia – jumlah tertinggi dibandingkan negara lain manapun di dunia. Para ahli khawatir bahwa virus H5N1 dapat bermutasi ke bentuk yang dapat dengan mudah menyebar diantara manusia dan akhirnya memicu pandemic flu yang dapat membunuh jutaan orang di dunia. Sebagai bagian dari kampanye 2007, UNICEF juga akan meluncurkan program mobilisasi sosial untuk menyebarkan informasi kepada penduduk pedesaan tentang Flu Burung dan mempersiapkan masyarakat untuk menghadapi virus tersebut. UNICEF telah mulai menyerahkan 100,000 perangkat pendidikan flu Burung kepada 100.000 desa di seluruh wilayah negeri ini. Para pemuka desa akan menggunakan perangkat ini untuk memperlihatkan perilaku yang sehat yang dapat mengurangi resiko yang ditimbulkan oleh H5N1, seperti mencuci tangan, mengenakan masker, dan sarung tangan saat memusnahkan burung yang sakit. Tujuan lain dari program kampanye UNICEF di tahun 2007 adalah bekerjasama dengan pemerintah Indonesia untuk meningkatkan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi pandemi. Program UNICEF didukung oleh pendanaan dari Canadian International Development Agency (CIDA) dan Pemerintah Jepang serta para donatur sektor swasta.
|