Pemda Temanggung alokasikan 100 juta untuk flu burung
21 Juni 2007, Temanggung, Indonesia – Berawal dari sebuah ide sederhana yang berpengaruh besar dalam perang melawan flu burung di Indonesia, Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung akan menggunakan dana APBD untuk membangun kesadaran publik mengenai Avian Influenza. Pemda Temanggung mengumumkan komitmen tersebut setelah menerima 650 Paket Pencegahan Flu Burung, atau yang lebih dikenal dengan sebutan ”AI Kit”, dari UNICEF minggu lalu. Pemda Temanggung akan mengalokasikan Rp 100 juta (sekitar 11,000 dolar Amerika) dari Anggaran Pendapatan Belanda Daerah Temanggung tahun 2007 untuk mendukung kegiatan-kegiatan pencegahan flu burung dan mendanai kegiatan mobilisasi sosial di wilayah kabupaten mereka. UNICEF telah membagikan 20.600 AI Kit ke 35 kabupaten di Propinsi Jawa Tengah dan 6.000 paket ke 5 kabupaten di Propinsi Yogyakarta. Paket ini berfungsi menjadi panduan untuk melindungi lebih dari 35 juta orang di Jawa Tengah dan Yogyakarta dari ancaman Flu Burung. Temanggung, kabupaten berpenduduk lebih dari 700.000 jiwa, menghadapi tantangan yang sangat besar saat virus Flu Burung yang mematikan H5N1 menyerang populasi unggas di kabupaten tersebut. Berdasarkan data resmi kabupaten, Flu Burung telah membunuh kurang lebih 500 ekor ayam di daerah tersebut. Lebih dari tiga tahun Indonesia menghadapi tantangan yang sangat besar untuk menghentikan penyebaran Flu Burung. Tantangan terbesar dalam pencegahan penyebaran virus ada di tingkat desa, dimana manusia hidup berdekatan dengan unggas. Unggas merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-sehari masyarakat Indonesia. Wabah Flu Burung pada unggas telah merebak hampir di seluruh propinsi di Indonesia dan 11 propinsi telah mencatat korban manusia. Hingga 24 Juni 2007, Indonesia telah mencatat 101 kasus terkonfirmasi dan 80 diantaranya meninggal dunia.
AI Kit adalah gagasan UNICEF dalam memberikan informasi penting kepada kelompok-kelompok masyarakat yang beresiko untuk melindungi diri mereka dari virus Flu Burung. UNICEF didukung penuh oleh Komite Nasional Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (Komnas FBPI) serta dukungan dana dari Pemerintah Jepang dalam memproduksi dan mendistribusikan 100,000 paket AI Kit ke desa-desa di seluruh Jawa dan Sulawesi Selatan. Pada 21 Juni 2007, Sekretaris Daerah Kabupaten Temanggung Drs. H.M. Setyo Aji menyerahkan bantuan senilai 1 juta rupiah kepada seluruh kepala camat di Temanggung untuk mendukung kampanye kesadaran publik. Selain itu, Pemda Temanggung menyatakan akan meneruskan dukungan terhadap kegiatan pelatihan untuk masyarakat di 13 kecamatan dengan menggunakan metode pelatihan masyarakat yang dikembangkan oleh UNICEF. “Kami berkomitmen untuk melakukan segala daya dan upaya untuk mencegah, menangkal dan menangani Flu Burung di desa kami. Kami berterimakasih pada UNICEF yang telah mendorong dan mengenalkan kami pada metode pelatihan dan strategi komunikasi yang terpadu lewat advokasi dan mobilisasi sosial,” jelas Bambang Arrohman, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Temanggung. UNICEF telah melatih sejumlah anggota masyarakat di tujuh kecamatan di Kabupaten Temanggung. Para fasilitator dan peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang dan organisasi, seperti anggota organisasi wanita (PKK), peternakan, petugas kesehatan, pegawai pemerintahan dan kepala camat. Selain Temanggung, beberapa kabupaten di Jawa Tengah juga telah menyatakan komitmen dalam bentuk bantuan dana untuk berbagai kegiatan melawan Flu Burung. Pemerintah Kabupaten Batang di Jawa Tengah akan memberikan bantuan sebesar Rp 36 juta, sementara itu di propinsi Yogyakarta, Kabupaten Kulon Progo Rp 70 juta dan Kota Yogyakarta Rp 40 juta. “Saya sangat bangga akan Pemerintah Kabupaten Temanggung dan kabupaten lainnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta yang telah menunjukkan perkembangan luar biasa dalam melawan flu burung. Pengalokasian dana dari anggaran daerah (APBD) menunjukkan meningkatnya komitmen mereka untuk bekerja sama dengan UNICEF dalam menghadapi Flu Burung. Marilah kita teruskan kegiatan dan kerja sama dalam melawan flu mematikan ini,” ujar I Made Sutama, ketua Kantor Perwakilan UNICEF di Jawa Tengah.
|