UNICEF Indonesia mendukung upaya masyarakat dalam memerangi flu burung
Desa Curug, Banten, 16 Juli 2007 – Ratusan anggota masyarakat di desa Curug, beserta para pejabat dan wakil UNICEF beberapa saat yang lalu merayakan peluncuran set peralatan yang dapat membantu masyarakat dalam memerangi flu burung. Curug adalah salah satu dari ribuan desa di Jawa & Sulawesi dimana masyarakat melakukan program pencegahan penularan flu burung dan set peralatan ini secara mudah menunjukan upaya yang dapat dilakukan oleh setiap anggota masyarakat agar tidak tertular penyakit yang membahayakan itu. Setiap set peralatan termasuk sebuah masker, sarung tangan karet, sabun, materi informasi cetak serta video tentang pencegahan flu burung dan sebuah spanduk besar yang dapat dipasang disetiap desa yang meneriman set tersebut. Set peralatan yang didanai oleh pemerintah Jepang ini diprakarsai atas kerjasama UNICEF & KOMNAS FBPI. Seratus ribu set tengah didistribusikan di Jawa dan Sulawesi diikuti dengan Sumatra dan Bali pada saat yang akan datang.
Korban anak terakhir Indonesia kini menempati posisi pertama dalam jumlah kasus flu burung di dunia. Hingga kini, 102 orang telah terinfeksi dan 81 dari mereka meninggal dunia. Pada 8 Juli yang lalu, seorang anak perempuan berumur 6 tahun di Cilegon terjangkit penyakit tersebut dan akhirnya tidak dapat tertolong. Masih belum diketahui sebab penularan penyakit tersebut kepada anak itu. “Flu burung adalah masalah yang sangat serius di Indonesia,” ujar Willem Standaert, wakil UNICEF di Indonesia. “Virus menyerang tanpa diketahui dan mengancam semua orang, termasuk anak anak yang hingga kini menjadi 40% dari total jumlah korban.” “Atas karena itu, UNICEF bekerjasama dengan KOMNAS Flu Burung & Pandemi Influenza untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, agar setiap orang dapat memperoleh informasi tentang bagaimana caranya mengurangi risiko terjangkitnya penyakit tersebut,” tambahnya.
Kampanye informasi masyarakat Ada lebih dari 30 juta orang Indonesia yang memelihara ayam dirumahnya, dimana sebagian besar tidak dikandangkan. Para pakar mengatakan bahwa pengandangan adalah kunci dari pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Tantangannya kini adalah penyebarluasan informasi tersebut. “Saya memiliki 40 ayam dan bebek, dan saya selalu mengandangkan ternak saya,” ujar Pak Rohmat, seorang petani di Curug. “Saya sangat peduli atas kesehatan keluarga saya dan akan melindungi mereka dari penyakit flu burung ini.” Set peralatan pencegah flu burung ini adalah satu dari upaya keseluruhan kampanye anti flu burung. Tahun ini, dengan bantuan dana dari pemerintah Kanada, UNICEF akan memproduksi iklan layanan masyarakat baru, melakukan lokakarya media, memfasilitasi perencanaan pandemic, serta yang paling penting, mengadakan pertemuan dan diskusi dengan seluruh jajaran masyarakat untuk bersama sama memerangi flu burung.
Video 13 July 2007: UNICEF's Suzanna Dayne reports on community-based efforts to prevent bird flu infection in Indonesian villages. Broadcast-quality video on demand from the Newsmarket |