Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

UNICEF bagikan 100.000 Paket Pencegahan Flu Burung

© UNICEFIndonesia/2007
Petugas kesehatan Indonesia memegang beberapa barang isi paket pencegahan flu burung yang didistribusijkan oleh UNICEF.

GARUT, Jawa Barat, 5 Juni 2007 Bagi masyarakat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, hari Senin biasanya hanya merupakan pertanda dimulainya kesibukan hari-hari kerja.

Namun ada satu hari Senin yang berbeda. Senin itu, tanggal 14 Mei 2007, Garut untuk pertama kalinya menerima Paket Pencegahan Flu Burung. Paket peralatan tersebut berisi masker, sarung tangan, sabun, spanduk serta buku panduan dan VCD berisi film pendek mengenai cara pencegahan dan pengendalian flu burung.

Paket Pencegahan Flu Burung merupakan senjata baru untuk memberantas virus flu burung yang sudah tersebar di hampir semua propinsi di Indonesia. Kedatangan paket tersebut di daerah pedesaan di Garut menandai babak baru dalam perang melawan virus mematikan tersebut.

Menurunkan resiko penyakit

"Kami akan memastikan bahwa anggota masyarakat menggunakan secara tepat paket tersebut agar dapat membantu mereka mengendalikan penyebaran flu burung di kabupaten ini. Dan semoga paket tersebut juga dapat membantu masyarakat memberantas virus flu burung di daerah ini," ujar Herri, pejabat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Garut.

Para kepala desa di Garut akan menggunakan Paket Pencegahan Flu Burung sebagai alat demonstrasi untuk menunjukkan cara yang sederhana dan efektif untuk menurunkan resiko penyebaran atau penularan penyakit flu burung.

Peralatan tersebut adalah prakarsa UNICEF yang didukung oleh Komite Nasional untuk Pengendalian Flu Burung dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza (KOMNAS FBPI) dengan bantuan dana dari Pemerintah Jepang.

UNICEF berencana untuk mendistribusikan 100.000 paket peralatan tersebut ke berbagai desa dan dusun di seluruh Jawa dan Sulawesi Selatan.

© UNICEFIndonesia/2007
Seorang anak melihat seekor burung didalam sangkar yang akan dimusnahkan di Jakarta; setelah beberapa kasus yang merenggut nyawa tahun ini.

Daerah beresiko tinggi

Virus flu burung H5N1 tetap menjadi ancaman serius di Indonesia dan di seluruh dunia. Meskipun virus yang sangat mematikan tersebut lebih banyak menjangkiti unggas, namun virus itu juga telah menulari setidaknya 99 orang di Indonesia dan telah menewaskan 79 orang diantaranya, angka tertinggi di dunia. Para ahli kesehatan khawatir bahwa virus tersebut dapat bermutasi ke bentuk yang lebih mudah menular antarmanusia dan berpotensi memicu wabah flu global.

UNICEF memilih Garut sebagai kabupaten pertama yang menerima Paket Pencegahan Flu Burung karena kabupaten tersebut merupakan salah satu daerah beresiko tinggi di Indonesia.

Kabupaten yang selalu tenang dan damai tersebut pernah menjadi sorotan media internasional di bulan Agustus 2006, saat beberapa warga dicurigai terinfeksi virus flu burung. Lebih dari 2.000 warga diberikan obat antivirus sebagai tindakan pertolongan pertama.

Akhirnya, hanya tiga orang yang terkonfirmasi postif tertular virus H5N1, dua diantaranya meninggal dunia. Garut juga telah mengalami beberapa fase merebaknya flu burung. Sampai saat ini, sebanyak lima warga Garut sudah terkonfirmasi positif flu burung dan empat diantaranya meninggal dunia.

Tindakan pencegahan lokal

UNICEF akan mendistribusikan 1.200 Paket Pencegahan Flu Burung ke 21 kecamatan di Garut, yang artinya mempersenjatai lebih dari 2 juta penduduk Garut dengan panduan praktis melindungi diri sendiri, keluarga dan masyarakat dari ancaman flu burung.

Kami akan memotivasi orang untuk menggalang aksi bersama, membersihkan lingkungan untuk mengusir flu burung dari Garut,” ucap Herri, pejebat Bappeda untuk bidang kesehatan, sambil menirukan slogan yang tercetak di spanduk, salah satu bagian dari paket tersebut.

Beberapa tokoh masyarakat telah termotivasi dengan kehadiran paket tersebut dan mengambil inisiatif selangkah lebih maju dari tokoh lainnya.  

Mereka (para pemimpin masyarakat) berencana mengadakan tempat cuci tangan umum untuk mempromosikan perilaku bersih dan sehat diantara para penduduk desa,” terang Esti Fariah, staf UNICEF untuk mobilisasi sosial di Jawa Barat.   

Sementara itu, badan koordinasi nasional untuk penanganan flu burung, KOMNAS FBPI, mengeluarkan surat pernyataan terima kasih mereka kepada para tokoh masyrakat di pedesaan yang telah turut serta dalam kampanye nasional memerangi flu burung agar virus tersebut dapat dikendalikan guna menyelamatkan banyak nyawa.

Paket pencegahan flu burung ini adalah cara sederhana untuk menginformasikan masyarakat sekitar Anda tentang bahaya flu burung,” seru surat tersebut. Masalah flu burung tidak dapat diselesaikan apabila kita tidak saling bekerjasama dan mengambil tindakan sekarang juga.”

 

 

 

 

Situs terkait


unite for children