Pusat Media

Informasi media

Darurat

Flu Burung

Aceh & Nias

UNICEF Newsletters

 

Anggota dewan beragam negara tergugah setelah mengunjungi proyek UNICEF di Indonesia

© UNICEF video
Para wakil Rakyat dari International Parliamentary Union tengah mengunjungi Lembaga Perlindungan Anak di Lombok.

Lombok, NTB, 15 may 2007 – Lebih dari selusin anggota dewan perwakilan rakyat (DPR) beragam negara yang tengah turut serta dalam konperensi tingkat tinggi di Bali IPU (Inter-Parliamentary Union) meluangkan waktu untuk mengunjungi beberapa proyek yang dibantu UNICEF di Lombok.

Tempat pertama yang dikunjungi adalah sebuah posyandu di Lombok Barat dimana para ibu-ibu memperoleh informasi tentang kesehatan dan gizi, serta dimana anak-anak balita mereka memperoleh pemeriksaan kesehatan rutin.

 “Kita harus memastikan bahwa setiap anak dapat memperoleh pelayanan kesehatan gratis karena sudah sepatutnya mereka memulai hidup dengan sehat,” ujar anggota DPR Australia, Kay Hull.

Melindungi generasi penerus

Setelah posyandu, para anggota dewan juga mengunjungi sebuah polindes dimana bukan saja mereka bertemu dengan ibu-ibu hamil yang tengah memperoleh pelayanan kesehatan, namun mereka juga bertemu langsung dengan seorang ibu yang baru saja melahirkan dalam satu jam terakhir.

 Saya ingin memastikan bahwa semua hak anak perempuan yang baru lahir ini terpenuhi, dan ini termasuk pelayanan kesehatan bagi semua anak-anak,” ujar Tuti Loekman, anggota DPR Indonesia. Salah satu yang perlu diperhatikan khusus adalah sunat bagi anak perempuan, yang masih dilaksanakan dibeberapa tempat di negeri ini. Praktek ini melanggar HAM dan orang tua perlu sadar akan hal tersebut.”

© UNICEF video
Anggota DPR Australia, Kay Hull, menggendong bayi di sebuah posyandu di Lombok.

Para anggota dewan juga menyadari pentingnya perlindungan khusus bagi anak-anak dan mereka turut pula mengunjungi Lembaga Perlindungan Anak di Lombok dan berdiskusi langsung dengan anak-anak yang aktif terlibat dalam lembaga tersebut.

 

Dukungan bagi korban kekerasan

 Fasilitas ini sangat berguna,” ujar anggota dewan Jepang, Miho Takai. Sangatlah menyenangkan untuk melihat anak-anak menyumbangkan waktunya untuk berpartisipasi dalam lembaga ini agar mereka dapat mengekspresikan diri mereka sendiri serta belajar mencari solusi atas masalah yang mereka hadapi. Saya akan membawa ide ini untuk dikembangkan di Jepang.”

LPA juga memberikan dukungan bagi korban kekerasan. Sebagai contoh, para anggota kini tengah menangani proses tuntutan hukum kepada seorang guru yang dilaporkan telah memperkosa anak perempuan berumur delapan tahun. Para anggota dewan juga mengunjungi Polda NTB di Lombok dimana para korban penganiayaan, kekerasan dan eksploitasi dibantu oleh polisi-polisi yang telah secara khusus dilatih untuk menangani kasus-kasus seperti itu.

 “Kita harus mengakui bahwa kekerasan dan eksploitasi seksual adalah masalah besar,” ujar Sue Barnes, anggota DPR Kanada. “Kita juga harus mengakui bahwa masalah tersebut sering tidak dapat diatasi oleh diri sendiri dan adanya organisasi seperti UNICEF dapat membantu proses penyelesaian.”

Kelebihan sekolah yang bersahaja bagi anak

Namun, hal penting yang harus dilaksanakan agar anak-anak dapat melindungi dirinya dari penganiyayaan dan kekerasan adalah melalui pengetahuan dan pemahaman terhadap isu-isu yang ada.

Pendekatan sekolah bersahaja bagi anak yang dikembangkan oleh UNICEF diakui oleh para anggota dewan telah menghasilkan dampak positif di Indonesia.

 Ini pendekatan yang impresif; jauh lebih baik dari pembelajaran pasif. Proses ini sangatlah interaktif dan anak-anak di sekolah ini menjadi pemeran utama dalam proses dan pembagian peran. Mereka memperoleh kesempatan untuk bertanya dan bahkan melontarkan kritik,” ujar Syada Elharmy Griess, anggota dewan Mesir.

Para anggota dewan mengatakan bahwa mereka memperoleh inspirasi dari kunjungan ke Lombok tersebut. Salah satu dari mereka mengatakan bahwa ia telah mendapatkan wawasan lebih sedangkan yang lain mengatakan bahwa undang-undang perlindungan anak adalah hak yang sangat pentinguntuk didukung dan diimplementasikan diseluruh jajaran, terutama dikalangan komunitas masyarakat sendiri.

 Dengan menyaksikan pekerjaan UNICEF di lapangan, para anggota dewan ini dapat melihat sendiri realita permasalahan perlindungan anak yang ada,” ujar wakil direktur utama UNICEF, Toshiyuki Niwa. “Ini cara pendekatan dan pemahaman yang baik bagi masyarakat dunia secara keseluruhan.”

 

 

 

 

 

Video

May 2007:

UNICEF's Suzanna Dayne reports on a visit by lawmakers from the Inter-Parliamentary Union to UNICEF projects in Indonesia.

 high / low


unite for children