Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Papua Barat: Provinsi Pertama yang Menuju Penyusunan Kebijakan Provinsi tentang Kepemudaan

© UNICEF Indonesia/2011/Estey
Beberapa anggota Forum Pemuda di Papua Barat

UNICEF: "Pengakuan penting terhadap peran orang muda dalam pengambilan keputusan”

MANOKWARI, Indonesia 24 Juni 2013 – UNICEF Indonesia menyambut positif keputusan Pemerintah Propinsi Papua Barat yang secara strategis sedang berfokus pada populasi orang muda melalui pengembangan kebijakan kepemudaan yang komprehensif – yang pertama di Indonesia. 

“Papua Barat sedang melakukan langkah besar terkait kebijakan dan program untuk orang muda, mengakui pembangunan kelompok remaja sebagai kesempatan penting yang tidak bisa diabaikan,” kata Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF di Indonesia. “Deklarasi Komitmen Orang muda yang ditandatangani oleh Gubernur Abraham Octavianus Atururi hari ini merupakan pengakuan kuat terhadap peran orang muda dalam pengambilan keputusan sosial, budaya dan ekonomi di Papua barat. Orang muda adalah pemimpin di masa depan – dan mereka merupakan agen penting bagi perubahan hari ini”” 
 
“Hal yang bagus adalah Indonesia telah memiliki Undang-undang Kepemudaan yang menekankan pada penguatan kapasitas orang muda,” Kata Angela Kearney. “Namun, masih perlu banyak hal yang perlu dilakukan untuk memperkuat koordinasi antara sektor dan memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup untuk menjalankan program dan kegiatan.”

“Pemerintah Papua Barat telah menunjukkan peranan penting menuju pendekatan yang terkoordinasi dan komprehensif bagi orang muda. Kami mendorong pemerintah propinsi untuk memastikan bahwa kebijakan orang muda saling terkait antar sektor dan memerlukan elemen penting dalam tahap perencanaan, alokasi sumber daya, dan penyusunan mekanisme monitoring,” kata Angela Kearney. “Dan yang paling penting: orang muda perlu untuk dilibatkan ketika sudah memasuki tahap penyusunan kebijakan yang lebih detail.”

© UNICEF Indonesia/2013/Fithriya
Penandatanganan deklarasi komitmen pemerintah Papua Barat untuk pengembangan kebijakan kepemudaan

Tanah papua memiliki populasi orang muda dibawah 18 tahun yang cukup besar (45 persen) di dua propinsi, UNICEF telah mendukung pemerintah untuk melakukan “Kajian kebijakan dan program di Papua dan Papua Barat” termasuk survei pada orang muda dan pemangku kepentingan lain. Hasil kajian menunjukkan bahwa remaja dan orangmuda di dua propinsi sedang menghadapi tantangan terkait kesehatan, pendidikan, dan perlindungan dan juga dengan pekerjaan.

Selain itu, tidak seperti di propinsi lainnya, HIV telah menjadi epidemik yang tergeneralisasi di populasi umum di Tanah Papua, dan kelompok orang muda terkena dampak oleh epidemik ini. Prevalensi pada 15-24 tahun telah mencapai 3 persen, dan sebuah penelitian tahun 2011 menunjukkan bahwa hanya sedikit orang muda yang paham akan resiko penularan HIV dan tahu cara pencegahannya.

Menurut, Survei Kluster Indikator Ganda (MICS) tahun 2012, 37 persen perempuan usia 20-24 tahun pernah melahirkan sebelum usia 18 tahun.

“Ketika menghadapi tantangan ini kita harus melibatkan orang muda secara langsung. Mereka memiliki gagasan yang jelas tentang apa yang bias berjalan dan apa yang mereka paling butuhkan,” kata Margaret Sheehan, Kepala UNICEF Papua.

“kami berharap, propinsi Papua akan juga mengikuti mitranya dari Papua Barat untuk mengembangkan kebijakan kepemudaan. UNICEF sebagai mitra pemerintah akan selalu siap memberikan dukungan teknis apabila dibutuhkan,” kata Margaret Sheehan. 


###


Tentang UNICEF

UNICEF bekerja di lebih dari 190 negara dan teritori untuk membantu anak-anak tumbuh dan berkembang dari usia dini hingga remaja. UNICEF merupakan penyedia layanan vaksinansi terbesar di dunia untuk Negara-negara berkembang, UNICEF mendukung kesehatan dan nutrisi untuk anak, air bersih dan sanitasi, pendidikan dasar berkualitas untuk laki-laki dan perempuan, dan perlindungan anak dari kekerasan, eksploitasi, dan AIDS. UNICEF mendapatkan dana dari sumbangan sukarela baik dari individu, bisnis, yayasan, dan pemerintah. UNICEF merupakan salah satu penyedia kelambu berinsektisida sebanyak 200 juta pada kurun waktu 2000 dan 2012 di lebih dari 40 negara. UNICEF juga dikenal sebagai organisasi yang berkompeten melakukan monitoing dan evaluasi penanganan malaria dan berfokus pada peningkatan kualitas data. Sebagai penyedia unggulan untuk pengobatan dan komoditas penyelamat hidup, UNICEF menggunakan kekuatannya untuk memastikan peningkatan akses dan keterjangkauan.

Informasi lebih jauh tentang UNICEF secara global, kunjungi: www.unicef.org

Anda dapat menemukan informasi tentang UNICEF di Indonesia pada: www.unicef.or.id
Twitter: https://twitter.com/UNICEFIndonesia
Facebook: www.facebook.com/UNICEFIndonesia

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi:

Michael Klaus, Chief of Communication: Mobile: +62 811 1669 033, mklaus@unicef.org

Margaret Sheehan, UNICEF Chief Field Office (Tanah Papua): tel. + 62 967 523 308, msheehan@unicef.org

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children