Pusat Media

Keterangan Pers

Kontak untuk media

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Indonesia dipuji untuk dukungannya dalam meningkatkan gizi, mengurangi kekurangan gizi anak

Gizi buruk dapat menambah biaya negara hingga 3% dari PDB

19 November | Jakarta – Komitmen tegas Indonesia terhadap gerakan global Peningkatan Gizi atau Scaling Up Nutrition (SUN) dan dalam penanganan kekurangan asupan gizi anak di Indonesia diharapkan menjadi fokus bahasan pada hari Selasa dalam Konferensi Nasional tentang Pangan dan Gizi oleh perwakilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam isu tersebut, Dr. David Nabarro. SUN adalah gerakan yang dipimpin negara dengan keikutsertaan ratusan organisasi yang bekerja untuk meningkatkan efektifitas dari program-program yang sedang berjalan dengan memberikan dukungan terhadap prioritas-prioritas nasional, menyelaraskan sumber daya dan mendorong kepemilikan yang luas dan komitmen terhadap gizi.

Pemerintah Indonesia telah memberikan komitmennya untuk mengurangi kasus terhambatnya pertumbuhan pada anak dibawah lima tahun hingga 5 persen serta dalam mengurangi kasus kekurangan berat badan pada anak hingga dibawah 15 persen. PBB di Indonesia menyampaikan ucapan selamatnya kepada Pemerintah atas komitmennya dalam menjadikan gizi sebagai prioritas utama, dan akan terus mendukung Pemerintah dalam upaya peningkatan gizi guna mempercepat pencapaian tujuan-tujuan pembangunan jangka panjang nasional.

“Kekurangan gizi merupakan sebuah masalah multifaktorial yang terkait dengan pola makan buruk dan praktek kebersihan, infeksi pada masa kanak-kanak dan perawatan yang tidak memadai. Kekurangan gizi juga erat kaitannya dengan kemiskinan sehingga dalam menanggapi ini diperlukan pendekatan multi-sektoral yang terkoordinir,” kata Dra. Nina Sarjunani, Deputi Menteri Negara Bidang Sumber Daya Manusia dan Kebudayaan di Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ BAPPENAS, salah satu anggota dari Kelompok Pemimpin Global SUN.

Angela Kearney, Perwakilan UNICEF di Indonesia mengatakan bahwa asupan gizi yang optimal selama masa 1000 hari kehamilan, kelahiran dan awal masa kanak-kanak penting bagi kehidupan dewasa yang sehat dan untuk memastikan dapat belajar dengan optimal dan mencapai potensi penuh manusia. “Anak-anak yang tidak menerima asupan gizi yang memadai dalam jenjang waktu ini dapat menderita kerusakan tetap yang akan mempengaruhi produktivitas dan pembangunan sebuah negara,” kata Ms. Kearney. Dia menambahkan “langkah-langkah yang efektif didokumentasikan dengan baik. Diantaranya termasuk asupan gizi yang baik untuk ibu selama masa kehamilan, pemberian ASI eksklusif untuk bayi selama enam bulan pertama diikuti oleh asupan pelengkap yang sesuai dan pemberian ASI hingga anak berusia dua tahun sekaligus praktek-praktek kebersihan.”

“Akses terhadap pola makan yang bergizi dan sesuai umur untuk anak dibawah 2 tahun serta ibu hamil dan menyusui – khususnya di wilayah paling rentan pangan di negara ini – merupakan hal yang sangat penting,” kata Coco Ushiyama, Perwakilan – Badan Pangan Dunia (The United Nations World Food Programme – WFP) di Indonesia, yang menekankan bahwa akses tersebut dapat dijamin hanya dengan dukungan kerjasama para mitra baik dari sektor publik maupun swasta. “Memastikan asupan makanan yang benar pada waktu yang tepat khususnya pada 1000 hari pertama dalam kehidupan seorang anak merupakan hal yang terpenting,” ucap Ms. Ushiyama. Memperkaya makanan pokok dan makanan khusus untuk anak dan perempuan dengan vitamin dan mineral akan membantu menjamin semua gizi dapat tercukupi dan dikonsumsi oleh masyarakat umum – dan khususnya bagi kelompok-kelompok yang paling rentan.

Sejak tahun 2010, Indonesia dilaporkan berada di jalur yang benar dalam mencapai tujuan pertama dari Tujuan Pembangunan Millennium (MDG) tentang pengurangan jumlah anak yang kekurangan berat badan dibawah usia lima tahun. Namun, survey yang sama juga menunjukkan sebuah peningkatan yang mengkhawatirkan sebesar 36 persen kekurangan gizi kronik pada anak dibawah usia lima tahun. Hal ini berarti satu di antara tiga anak pada kelompok usia ini memiliki ukuran badan yang lebih pendek dari standar tinggi badan yang diharapkan untuk usia mereka. Di beberapa provinsi seperti Nusa Tenggara Timur, 6 dari 10 anak terhambat pertumbuhannya.

Kekurangan gizi kronik (stunting) memiliki dampak permanen pada pertumbuhan dan perkembangan tubuh seorang anak. Asupan gizi buruk memiliki biaya ekonomi, mengurangi Produk Domestik Bruto yang diperkirakan sebesar 2 hingga 3 persen.

Laporan global UNICEF tentang Perkembangan Asupan Gizi Ibu dan Anak menyatakan bahwa Indonesia memiliki jumlah anak dengan keterhambatan pertumbuhan terbanyak kelima di dunia. Diperkirakan sekitar 7.8 juta anak dibawah usia lima tahun di Indonesia terhambat pertumbuhannya.

#####

UNTUK INFORMASI LEBIH LANJUT SILAHKAN MENGHUBUNGI:

BAPPENAS:
Dr. Arum Atmawikarta mob 0811 946 354 arum@bappenas.go.id

Dr. Hadiyat mob 0811 987 417 hadiyat@bappenas.go.id

UNICEF:
Ms. Nuraini Razak, UNICEF Communication Specialist mob 0811 920 1654 nrazak@unicef.org

WFP:
Ms. Clara Damayanthi, Senior Information Assistant, World Food Programme mob 0811 166 1657 clara.damayanthi@wfp.org

TENTANG GERAKAN SUN :
Gerakan Scaling Up Nutrion ditujukan untuk semua negara yang penduduknya mengalami kekurangan- gizi dan untuk semua pemangku kepentingan yang berkomitmen dalam memberikan dukungan. SUN menghadirkan lebih dari 100 organisasi dan pemerintah yang memiliki komitmen untuk kerja bersama guna memerangi kelaparan dan kekurangan gizi. Solusi-solusi yang terbukti tersedia dan siap untuk ditingkatkan. Informasi lebih lanjut mengenai SUN, termasuk daftar lengkap negara-negara anggota, dapat ditemukan di: www.scalingupnutrition.org

TENTANG DR. DAVID NABARRO:
Dr. David Nabarro adalah Perwakilan Khusus Sekretaris-Jenderal PBB untuk Keamanan Pangan dan Gizi serta coordinator gerakan Scaling Up Nutrion (SUN). Dia memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman di bidang kesehatan publik, gizi dan pekerjaan pembangunan pada tingkat negara, regional dan global, dan telah memegang beberapa posisi di organisasi-organisasi non-pemerintah, universitas, pemerintahan nasional dan dalam sistem Perserikatan Bangsa-Bangsa.

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children