Pusat Media

Pengantar

Keterangan Pers

Darurat

UNICEF Newsletters

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Menyusul Pekan ASI Dunia, UNICEF Indonesia mendorong pelaku bisnis agar “sayang bayi”

JAKARTA, 9 Agustus 2010 – Menyusul Pekan ASI Dunia yang berakhir hari Minggu lalu, UNICEF Indonesia tetap mendorong sektor swasta agar “sayang bayi” dengan mendukung para pekerja wanita yang hamil dan baru melahirkan bayi agar mempermudah mereka menyusui bayinya di tempat kerja.

“Salah satu penyebab kurangnya gizi anak di Indonesia yang juga menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka adalah rendahnya jumlah ibu-ibu yang memberikan ASI ekslusif pada bayinya di enam bulan pertama,” kata Perwakilan UNICEF di Indonesia Angela Kearney.

“Jika kita ingin memperbaiki kesehatan anak-anak Indonesia, kita harus mendukung ibu-ibu agar dapat menyusui di mana pun, termasuk di tempat kerja mereka,” ia tambahkan. “Pemerintah Indonesia telah menganjurkan para perusahaan agar mendukung ASI melalui Surat Keputusan Bersama Kementerian Kesehatan, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementerian Ketenagakerjaan pada tahun 2008; tetapi anjuran ini perlu didukung agar pelaksanaannya lebih meluas.”

Langkah-langkah berikut ini dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang disusun berdasarkan empat standar: (1) dukungan pada ibu-ibu hamil, (2) mempermudah ibu-ibu yang melahirkan kembali kerja, (3) dukungan agar ibu-ibu dapat menyusui dengan nyaman di tempat kerja dan (4) penyebarluasan informasi betapa pentingnya ASI sebagai awal terbaik bagi kehidupan anak-anak.

Serangkaian langkah-langkah berikut ini dapat dilakukan oleh para perusahaan yang sesuai dengan standar yang dianjurkan oleh UNICEF.

  • Memastikan agar para pekerja wanita mendapatkan setidaknya 14 minggu cuti hamil dan melahirkan, yang sudah termasuk enam minggu cuti yang wajib diberikan oleh perusahaan setelah pekerja wanita melahirkan sesuai dengan standar internasional.
  • Memberikan jaminan agar pekerja wanita dapat kembali kerja setelah melahirkan tanpa ada perubahan pada gaji atau statusnya dalam perusahaan.
  • Menyediakan rehat menyusui yang cukup agar para ibu dapat menyusui bayinya atau memerah ASI selama jam kerja
  • Menyediakan fasilitas yang higienis di tempat kerja agar para ibu dapat menyusui dengan nyaman dengan akses pada air yang aman dan tempat menyimpan ASI.
  • Mempunyai komitmen agar menjadikan tempat kerja sebagai tempat yang bebas dari promosi, iklan atau distribusi gratis susu formula atau makanan pengganti ASI lainnya, empeng atau dot yang akan menghalangi ibu-ibu untuk memberikan ASI.
  • Membantu agar semua pekerja mendapatkan informasi tentang hak yang dijamin dan fasilitas yang diberikan oleh perusahaan untuk mendukung ibu-ibuyang menyusui di tempat kerja.

“Saat ini, kurang dari sepertiga bayi mendapatkan ASI ekslusif, walaupun data-data medis yang membuktikan bahwa ASI memperkuat sistem imunitas, menurunkan risiko penyakit dan membantu perkembangan mental dan fisik bayi,” kata Ibu Kearney.

Kurangnya pemberian ASI ekslusif di Indonesia diperburuk dengan lemahnya pengawasan pemasaran dan promosi susu formula dan makanan pengganti ASI lainnya di Indonesia. Negara-negara lain dapat melakukan pengendalian dengan menerapkan Kode Etik Internasional Pemasaran Makanan Pengganti ASI. Indonesia belum sepenuhnya mengadopsi Kode Etik ini, 30 tahun setelah ditetapkan oleh Majelis Kesehatan Sedunia. Harus diakui bahwa Pemerintah sedang meyusun Peraturan Menteri yang melarang promosi makanan pengganti ASI di fasilitas kesehatan dengan petugas kesehatan. UU Kesehatan 2009 pun sudah mengandung beberapa pasal yang mendukung pemberian ASI ekslusif. Namun langkah-langkah ini dapat diperkuat lagi.

Kode Etik Internasional ini melarang promosi susu formula dan produk sejenis melalui iklan; sampel gratis tidak boleh diberi kepada ibu-ibu yang hamil dan para produsen susu formula dilarang pula memberi iming-iming atau insentif kepada para petugas kesehatan agar mempromosikan produk mereka.

Mulai hari ini, UNICEF bekerjasama dengan mitra baru InMobi, sebuah perusahaan iklan global yang sedang melejit di sektor media telepon seluler untuk promosi ASI. Melalui kemitraan ini, 15 situs web yang sering diakses oleh pengguna telepon seluler akan mengiklankan banner; jika di klik akan mengaktifkan program yang dapat memberikan informasi agar para pembaca mengetahui cara-cara mendukung ASI.

Untuk informasi lebih lanjut, mohon hubungi Regi Wirawan di UNICEF Indonesia melalui +62 (0)21 2996 8142 atau email to rwirawan@unicef.org.

 

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children