Pusat Media

Pengantar

Keterangan Pers

Darurat

UNICEF Newsletters

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

KidsFfest tampilkan film-film terbaik untuk anak-anak dan remaja

JAKARTA, 15 April 2010 — KidsFfest Indonesia 2010, sebuah festival film internasional untuk anak-anak dan remaja kembali tampil mulai 16 April di Jakarta dengan cerita-cerita yang inspiratif tentang pertemanan, kebersamaan dan petualangan. Para sineas lokal dan artis pun bergabung mengasah bakat dan kreatifitas anak-anak melalui lomba film pendek, workshop short filmmaking, acting dan subtitling.

Kalyana Shira Foundation menyelenggarakan lebih dari 20 pemutaran film selama festival di Blitz Megaplex dan Lobi Selatan di Pacific Place Mall, Jakarta. Bersama beberapa pusat kebudayaan dan kedutaan: Jerman, Denmark, Jepang, Norwegia, Brazil dan Belanda, festival ini menampilkan film-film yang menarik, membangkitkan semangat dan menggugah pemikiran anak-anak berumur 4-15 tahun. Festival ini didukung Badan PBB untuk anak-anak, UNICEF, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, serta sponsor Walls dan media.

The Crocodiles, sebuah film Jerman yang sudah menggaet beberapa penghargaan, akan membuka festival yang berlangsung enam hari selama dua akhir pekan. Film yang mendapatkan sambutan baik karena rasa humor, laga dan acting yang brilian. Tokoh utamanya adalah seorang anak cacat pengguna kursi roda. Dibekali imajinasi yang kuat, dan keberanian, ia menjadi sangat instrumental membantu sekelompok anak menaklukkan sebuah geng kriminal. Untuk film penutup, sebuah animasi musikal dari Denmark memperlihatkan bagaimana seekor cacing tanah pun dapat bermimpi menjadi bintang dalam Sunshine Barry and the Disco Worms.

Film Belanda Sniff the Dog in Wartime menceritakan seorang bocah lelaki dan anjingnya yang ikut berpetualangan di zaman perang dunia kedua. Sebuah film dokumenter Futebol Brasileiro tentang anak-anak jalanan di Brasil dan kecintaannya pada sepakbola mengingatkan kembali masa jaya Socrates, Pepe, Lima dan Coutinho.

Sineas Asia dari Jepang Fumie Nishikawa dengan filmnya The Azemichi Road menyorot usaha seorang murid tuna rungu yang ingin bergabung dalam tim yang sedang berjuang untuk merebut tempat di kompetisi nasional tari.Sementara itu sutradara muda Indonesia, Ari Sihasale, dengan film King mengetengahkan kisah tentang perjuangan seorang anak kampung yang miskin, Guntur, untuk memenuhi keinginan ayahnya yang berambisi untuk menjadikannya seorang juara bulutangkis. Pemain idolanya adalah sang legenda Liem Swie King.

"Saya percaya film-film yang ditonton anak-anak akan membentuk dan membangun karakter mereka. Untuk itu, KidsFfest mengajak anak-anak menyaksikan kehidupan sesamanya di berbagai belahan dunia untuk mengembangkan wawasan dan imaginasi". kata Nia Dinata, seorang ibu, sutradara ternama di Indonesia yang juga pendiri Kalyana Shira Foundation dan KidsFfest.

“KidsFfest meletakkan standar film-film berkualitas dari berbagai kebudayaan dan yang memuat tema-tema yang cocok dan aman untuk anak-anak dan remaja di Indonesia,” kata Angela Kearney, Perwakilan UNICEF di Indonesia. “UNICEF bermitra dengan semua pihak yang mempunyai komitmen untuk memproduksi programming yang aman untuk anak dan juga mendorong anak-anak menyampaikan pendapatnya dan mengembangkan kreativitasnya.”

KidsFfest menyelenggarakan workshop subtitling berserta workshop film pendek dan lomba film pendek selama festival. Pemutaran film khusus di adakan di Pulogadung, Jakarta Timur pada 2 Mei. KidsFfest berencana mengunjungi daerah Aceh di bulan Juli. Pencinta film dalam memilih film favoritnya untuk Audience Award, setelah menonton film.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi www.kidsffest.org. Contact Adela Fauzi (Kalyana Shira) HP 0816-813500, email adella.fauzi@yahoo.com  atau Lely Djuhari (UNICEF) +62 811 802 338, ldjuhari@unicef.org 

 

 

 

 

Related links

Untuk membaca lebih lanjut, klik situs web KidsFfest.

Masuk ke situs Facebook KidsFfest.

Bacalah tentang KidsFfest 2009

 


Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children