Seruan Pendekar Anak untuk mengisi masa depan cerah bagi anak-anak Indonesia
Di bawah panji Pendekar Anak, para tokoh dari berbagai lapisan masyarakat ini menunjukkan bagaimana sebuah niat murni dapat mengawali perubahan yang besar. Mereka mengajak warga Indonesia lainnya untuk bermitra dengan UNICEF yang sudah berada di Indonesia dan bekerja untuk anak-anak selama 60 tahun lebih. “Pendekar Anak mendesak hati nurani kita semua agar mencari apa saja yang kita bisa lakukan untuk mengubah kehidupan anak-anak di Indonesia ke arah lebih baik,” kata Angela Kearney, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia. Gerakan ini diperkenalkan oleh aktor Ferry Salim yang ditemani serangkaian pendekar anak termasuk ibu rumah tangga dan pencipta lagu Mimit Hasan, pemain bulu tangkis Taufik Hidayat dan sejumlah tokoh lain yang menggunakan waktu senggang mereka untuk mendukung UNICEF dan memperbaiki kehidupan anak-anak. Caranya dapat melalui penggalangan dana, mengajak orang lain berdiskusi tentang hak-hak anak, mengajak orang lain untuk menyumbang atau menjadi sukarelawan untuk membantu UNICEF dengan semangat yang menjiwai para pendekar anak ini. Acara ini adalah bagian dari serangkaian peringatan 20 tahun Konvensi Hak-Hak Anak. Kampanye baru ini dapat dilihat di situs web yang diluncurkan hari ini di www.pendekaranak.org. Terdapat serangkaian kegiatan dari A-Z yang dapat dilakukan orang demi anak-anak sembari bergabung dalam keluarga besar ‘Pendekar Anak’. Pesan yang disampaikan kampanye ini sederhana. Siapa saja yang percaya akan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak dapat melakukan sesuatu. Langkah awalnya adalah semudah mengunjungi situs web ini.
Salah satu cara untuk menggaet perhatian orang dan membantu anak dilakukan aktor Ferry Salim yang menjadi model sebuah baju dan jaket yang dirancang lalu disumbangkan kepada UNICEF oleh Musa, ketua Jakarta Fashion Week. Nina Tamam dari Warna menyanyikan lagu populernya. Ibu rumah tangga Mimi Hasan menyanyikan lagu karangannya yang disumbangkan untuk kampanye RBT UNICEF. Taufik Hidayat memperagakan keahlian bulutangkisnya dan para sukarelawan lainnya berbagi pengalaman pribadi mereka. "Kami sangat bangga memperkenalkan para pendekar anak ini yang membantu mempromosikan hak-hak anak," kata Ibu Kearney. "Tetapi setiap anak memang membutuhkan seorang pendekar untuk memastikan agar anak-anak dapat terlindungi dan mendapat pendidikan dan pelayanan kesehatan yang terbaik. Kami pun berharap bahwa contoh yang diperlihatkan hari ini dapat memberi inspirasi kepada orang yang lain untuk turut ikut serta dalam bentuk apapun, dan membangun masa depan yang terbaik untuk anak-anak Indonesia." Catatan untuk para redaktur:
|