Pusat Media

Pengantar

Keterangan Pers

Darurat

UNICEF Newsletters

Kalender kegiatan

Duta kehormatan dan sahabat anak

 

Pemerintah Indonesia, Belanda dan UNICEF bekerjasama menghadapi HIV dan AIDS di Papua dan Papua Barat

© UNICEF/Harimawan
Penandatangan perjanjian dengan Pemerintah Belanda dan UNICEF

JAKARTA, 3 Desember, 2009 –  Pemerintah Indonesia, Belanda dan UNICEF menandatangi kerjasama kemitraan baru hari ini di Jakarta untuk mengurangi bahaya ancaman HIV dan AIDS di Papua dan Papua Barat.

Dalam perjanjian ini, Pemerintah Belanda akan memberikan US$5.6 million (Rp 52.6 milyar) selama empat tahun ke depan untuk mendukung peningkatan kesadaran dan pemahaman akan bahaya HIV dan AIDS pada remaja melalui sistem pendidikan kedua provinsi tersebut. Inisiatif ini akan meningkatkan pengetahuan tentang transmisi HIV dan pencegahannya di antara para remaja dan memberikan pendidikan tentang perilaku yang aman yang dapat mengurangi resiko penularan HIV.  Pendanaan ini juga akan membantu menguatkan sistem pendidikan dalam penyebaran informasi tentang HIV melalui pelatihan guru, perangkat pendidikan yang baru dan pengembangan kebijakan pendidikan.

Perwakilan UNICEF di Indonesia Ibu Angela Kearney berkata: “HIV dan AIDS terus menjadi ancaman yang serius pada kesehatan para remaja Indonesia. Ancaman ini hanya dapat dikurangi melalui pendidikan yang efektif dan peningkatan pemahaman di antara para remajalah. Tidak satupun badan dapat melakukan hal ini sendiri. Kemitraan yang saling mengisi seperti ini sangat penting untuk melindungi anak-anak dari HIV. Bersama kita dapat memastikan bahwa kebijakan dan pelaksanaan pencegahan HIV dapat memberikan hasil terbaik untuk anak-anak.”

Ibu Angela diwakilkan oleh Bapak Marcoluigi Corsi. Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS, Dr. Nafsiah Mboi, turut hadir di acara ini.

Wakil Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Ibu J.G.M (Anniemieke) Ruigrok berkata, “Kemitraan baru ini dapat membawa perubahan mendasar di Tanah Papua dan dampak besar pada perubahan perilaku para remaja dan peningkatan pengetahuan tentang HIV dan AIDS. Pendidikan dan HIV dan AIDS sangat terkait erat. Di lain pihak, pencapaian Tujuan Pembangunan Milennium dan Pendidikan Bagi Semua terancam karena dampak penyebaran HIV dan AIDS. Komitmen global untuk menjalankan strategi,kebijakan dan program yang
mengurangi kerentanan anak-anak dan para remaja pada HIV tidak akan terpenuhi tanpa kontribusi penuh dengan sektor pendidikan.”

© UNICEF/Harimawan
Pejabat Tanah Papua, UNAIDS, KPAN, Kedutaan Belanda dan UNICEF hadir dipenandatangan.

Program baru ini akan menekankan partisipasi para remaja dan juga mencakup kegiatan di luar pendidikan formal – contohnya melalui olahraga, kesenian, kegiatan di gelanggang remaja dan juga mentargetkan tempat-tempat para remaja berkumpul guna mendapatkan informasi tentang HIV, terutama tentang bahaya dan pencegahannya. Pendekatan kolaboratif ini baru dilaksanakan di Indonesia. Data dari Departemen Kesehatan Survei Demografi Kesehatan Indonesia  (2008) menyatakan prevalensi HIV di Papua mencapai 20 kali lebih tinggi dari rata-rata nasional di penduduk secara umum dan dapat dikatakan sangat tinggi di tingkat anak muda. Ini adalah salah satu pendorong program ini dilaksanakan di kedua daerah ini.

“Sangat penting bahwa anak-anak muda mengerti apa itu HIV dan juga mengetahui cara pencegahannya,” kata Ibu Kearney. “Seluruh generasi anak-anak selanjutnya di Indonesia dapat merasakan manfaat dari inisiatif ini.”

Ibu Ruigrok menambahkan: “Pemerintah provinsi dan kabupaten telah menyuarakan komitmennya yang kuat untuk mengarusutamakan isu HIV dan AIDS dalam perencanaan pendidikan dan pelaksanaannya. Ini adalah kunci kesuksesan inisiatif ini.”

Untuk informasi lebih lanjut hubungi Kedutaan Belanda: Gonneke de Ridder +62 811886044 atau UNICEF: Edward Carwardine +62 812 123 7252, Lely Djuhari +62 811 802 338

 

 
Search:

 Kirimkan artikel ini

unite for children